Moskow – Kehadiran desainer dari berbagai negara di ajang Moscow Fashion Week menjadi panggung strategis bagi para pelaku industri mode untuk menembus pasar internasional.
Selama enam hari penyelenggaraan, ajang ini telah mempertemukan lebih dari 350 desainer lintas benua guna membangun jejaring dengan pembeli, media, serta profesional industri mode global.
Brand-brand dari Asia, termasuk China, India, dan Sri Lanka, tampil menonjol dengan membawa identitas budaya yang dikemas dalam siluet modern.
Desainer asal India, Kanika Goyal melalui brand KGL, memanfaatkan ajang ini untuk memamerkan koleksi Arc Echo yang berbahan dasar denim daur ulang dan rajutan mozaik.
Goyal mengungkapkan bahwa eksposur di panggung internasional sangat krusial bagi brand muda untuk mendapatkan akses pasar baru tanpa harus kehilangan jati diri lokal.
“Bagi sebuah brand muda, eksposur seperti ini dapat membuka peluang kolaborasi yang bermakna, akses ke pasar baru, serta pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana karya mereka diterima di berbagai budaya,” ujar Goyal.
Sementara itu, representasi Asia lainnya ditunjukkan oleh Limak by Kamil dari Sri Lanka yang memadukan teknik batik dengan material premium seperti sutra dan organza.
Dari China, brand Momiwei melakukan debut internasionalnya dengan mengangkat kain tradisional Xiangyunsha yang dipadukan dengan material modern sebagai representasi kekuatan perempuan.
Peluang serupa juga dimanfaatkan oleh brand lokal Rusia seperti Ianis Chamalidy dan Za_Za yang kini mulai merambah pasar Asia dengan membawa konsep desain geometris serta eksperimen tekstil unik.
Bagi desainer Rusia seperti Alena Musaeva, perhelatan ini menjadi sarana efektif untuk memperluas basis pelanggan melalui koleksi yang terinspirasi dari cerita rakyat lokal.
Senada dengan hal tersebut, pihak Edder menyatakan bahwa panggung mode ini berfungsi sebagai wadah untuk menguji ide-ide segar dan mengukur respons komunitas profesional terhadap koleksi terbaru mereka.
Potensi ekspansi ke pasar global melalui ajang ini turut disoroti oleh pakar industri mode Indonesia, Rizal Tanzil Rakhman, yang hadir dalam rangkaian BRICS+ Fashion Summit.
Rizal menilai bahwa tantangan utama desainer Indonesia adalah mengintegrasikan kekayaan sumber daya lokal ke dalam narasi brand yang relevan bagi konsumen mancanegara.
“Berpartisipasi dalam Moscow Fashion Week dapat menjadi platform penting untuk membawa karya desainer Indonesia ke pasar internasional,” jelas Rizal.
Ia menambahkan bahwa visibilitas di ajang global seperti ini akan memudahkan desainer Indonesia untuk menjalin kemitraan strategis dengan distributor serta komunitas kreatif di luar negeri.




