Lubuk Sikaping – Pemerintah Kabupaten Pasaman meluncurkan program kolaboratif Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) untuk mempercepat penurunan angka stunting di wilayah tersebut. Program ini disosialisasikan secara resmi pada rabu (29/07/2026) di Gedung Syamsiar Thaib,Lubuk Sikaping,dan dibuka langsung oleh Bupati Pasaman,Welly Suhery.

Sosialisasi yang diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai unsur seperti perangkat daerah, Forkopimda, instansi vertikal, lembaga perbankan termasuk Bank Nagari dan BRI serta BAZNAS ini juga menghadirkan camat, wali nagari, koordinator penyuluh KB dan Tim Pendamping Keluarga se-Kabupaten Pasaman. Kepala Bidang Ketahanan Keluarga DP3AP2KB Kabupaten Pasaman, Furkan menyatakan bahwa stunting merupakan masalah serius yang berdampak pada perkembangan kognitif dan produktivitas anak di masa depan.

“Program GENTING hadir sebagai gerakan bersama untuk menggalang kepedulian masyarakat serta berbagai pihak dalam membantu keluarga berisiko stunting terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan,” ujar Furkan.

Bupati Welly Suhery menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan agar intervensi penanganan stunting dapat tepat sasaran. Ia menyebut program ini sebagai wujud komitmen daerah dalam mendukung prioritas pembangunan sumber daya manusia sesuai Asta Cita Presiden RI.“Anak-anak sehat hari ini adalah fondasi kemajuan daerah ke depan.Penanganan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan saja,” tegas Bupati Welly.

Selain itu, ia mengapresiasi dukungan dari kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN RI serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.Budaya gotong royong yang sudah melekat di masyarakat Pasaman didorong untuk difasilitasi secara terarah melalui program orang tua asuh ini.

Bupati juga meminta seluruh jajaran menggunakan data lapangan sebagai dasar kebijakan dengan melakukan pendampingan intensif serta koordinasi lintas sektor secara berkala demi terciptanya generasi Pasaman yang sehat dan berkualitas.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan penyerahan simbolis bantuan dari BAZNAS Kabupaten Pasaman berupa Program Pasaman Peduli senilai Rp240 juta untuk bedah rumah bagi 16 keluarga berisiko stunting serta Program Pasaman Sehat senilai Rp19,2 juta untuk bantuan nutrisi kepada 48 keluarga mustahik.

Sosialisasi turut menghadirkan narasumber teknis dari Bappeda Kabupaten Pasaman, DP3AP2KB serta Perhimpunan Ahli Gizi indonesia (PERSAGI) guna memberikan panduan pelaksanaan program kepada calon orang tua asuh di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *