Jakarta – Harga emas diperkirakan akan mengalami kenaikan signifikan pada awal pekan depan. Ketegangan geopolitik global menjadi faktor utama yang mendorong perkiraan kenaikan harga logam mulia ini.
Proyeksi analis menunjukkan harga emas dunia berpotensi mencapai US$ 4.426 per troy ounce pada Senin (5/1/2026). Harga emas batangan Antam juga diperkirakan akan naik menjadi Rp 2.518.000 per gram saat pembukaan perdagangan pekan depan.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, bahkan memprediksi harga emas dapat mencapai Rp 2.610.000 per gram pada Sabtu (10/1/2026).
"Dalam satu minggu bila kemudian harga emas itu naik, kemungkinan akan kembali ke US$ 4.505 per troy ounce. Sedangkan logam mulia itu di Rp 2.610.000 per gram," ujar Ibrahim, Minggu (4/1/2025).
Menurut Ibrahim, situasi geopolitik yang memanas, terutama setelah Amerika Serikat menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro, menjadi faktor utama pendorong kenaikan harga emas.
Penangkapan Maduro dinilai berpotensi mendongkrak harga emas secara signifikan, bahkan dapat menyebabkan gap up pada perdagangan Senin pagi.
"Ini yang kemungkinan besar akan membuat harga emas kembali lagi mengalami kenaikan bahkan dalam perdagangan pagi ini, harga emas dunia kemungkinan besar akan mengalami gap up," jelasnya.
Selain itu, demonstrasi di Iran akibat melonjaknya biaya hidup juga turut mempengaruhi pergerakan harga emas. Pelemahan mata uang rial Iran menjadi 1,42 juta terhadap dolar AS pada 28 Desember 2026, semakin menambah ketidakpastian global.
Sebagai informasi, pada penutupan perdagangan Sabtu (3/1/2026), harga emas dunia berada di level US$ 4.332 per troy ounce. Sementara harga emas batangan Antam ditutup pada level Rp 2.488.000 per gram.











