Padang – Pemimpin Redaksi Harian Singgalang, Khairul Jasmi, menekankan perlunya pengenalan Indonesia secara komprehensif kepada dunia, melampaui citra Bali yang selama ini dominan. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara proyek internasional "Rapat Redaksi Besar Eurasia" oleh Eurasian Media Group, yang dipublikasikan Eurasia Today pada 17 Maret 2026.
Dalam wawancara tersebut, Khairul Jasmi mengidentifikasi tiga prioritas nasional utama Indonesia saat ini: ketahanan pangan, ketahanan energi, dan pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, ketahanan pangan menjadi fokus utama pemerintah. Ia menyatakan bahwa dalam setahun terakhir, Indonesia berhasil memenuhi kebutuhan pangan nasional secara mandiri untuk pertama kalinya dalam 35 tahun.
"Pemerintah tidak hanya mempertahankan capaian tersebut, tetapi juga memberi perhatian lebih pada sumber protein, sayuran, dan buah-buahan," ujar Khairul Jasmi. Ia menyoroti inisiatif strategis pemerintah, termasuk pengembangan perunggasan terintegrasi dan program Makan Bergizi Gratis bagi anak sekolah, ibu hamil, dan lansia. Program ini bertujuan memutus rantai kekurangan gizi dan mempersiapkan generasi Indonesia yang lebih sehat dan kuat.
Selain ketahanan pangan, Khairul Jasmi menilai ketahanan energi sebagai agenda penting di tengah kerentanan rantai pasok global. Menurutnya, negara yang tidak mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri akan sangat bergantung pada pihak lain. Arah ketiga yang disoroti adalah pengembangan sumber daya manusia melalui pembangunan Sekolah Rakyat berasrama untuk tingkat SD, SMP, dan SMA. Sekolah-sekolah ini dibiayai negara dan ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin.
"Program-program ini bertujuan memperkuat modal manusia dan mempersiapkan generasi mendatang menghadapi dunia yang semakin kompleks," kata Khairul Jasmi. Ia juga menyoroti stereotip internasional yang memandang Indonesia hanya dari perspektif Bali. Menurutnya, persepsi tersebut perlu diluruskan karena Indonesia merupakan negara besar dengan lebih dari 17.000 pulau, hampir 300 juta penduduk, lebih dari 700 bahasa lokal, dan sekitar 13.000 kelompok etnis.
"Indonesia masih perlu diperkenalkan kepada dunia secara lebih utuh, tidak hanya melalui citra Bali," tegasnya. Khairul Jasmi menambahkan bahwa kekuatan Indonesia terletak pada keberagaman budaya yang dipersatukan oleh Bahasa Indonesia sebagai identitas nasional. Ia menilai media internasional memiliki peran penting untuk menampilkan gambaran Indonesia yang lebih komprehensif, termasuk kemajuan ekonomi, demokrasi, keberagaman, dan toleransi.
Khairul Jasmi juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki kontribusi besar dalam hubungan multilateral internasional. Sebagai demokrasi terbesar di Asia Tenggara dan anggota penting ASEAN serta G20, Indonesia dinilai terus memperkuat posisinya sebagai jembatan dialog antar kawasan. Terkait kerja sama media antarnegara, Khairul Jasmi menilai pembentukan ruang informasi bersama merupakan langkah positif, meski implementasinya tidak mudah.
Menurutnya, format yang paling realistis adalah kolaborasi media dalam memperkenalkan negara masing-masing kepada publik dunia. "Ini bermanfaat tidak hanya bagi media, tetapi juga bagi pembaca," tutup Khairul Jasmi.











