Padang – DPRD Provinsi Sumatera Barat menggelar rapat paripurna membahas perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026, Senin (27/7), di ruang sidang utama DPRD Sumbar.
Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Iqra Chissa ini dihadiri Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Iqra menjelaskan bahwa perubahan APBD dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan ketika terjadi perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi awal penyusunan anggaran.
“Sesuai Pasal 161 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2019, perubahan APBD dapat dilakukan jika ada perkembangan yang tidak sesuai asumsi KUA, pergeseran anggaran antar organisasi atau program, penggunaan SILPA tahun sebelumnya, serta kondisi darurat dan mendesak,” ujarnya.
Iqra menambahkan bahwa laporan realisasi anggaran semester pertama menjadi dasar dalam melakukan revisi tersebut.Data menunjukkan realisasi belanja daerah baru mencapai rata-rata 36,38 persen dan pendapatan sebesar 48,92 persen. Selain itu terdapat SILPA tahun 2025 sebesar Rp284 miliar lebih yang dapat dimanfaatkan pada tahun berjalan ditambah tambahan Transfer ke Daerah (TKD).
“Melihat kondisi ini, perlu adanya penyesuaian agar APBD lebih akomodatif dan efektif mendukung pemerintahan serta pembangunan daerah,” kata Iqra.
Di sisi lain, wakil Gubernur Vasko Ruseimy memaparkan tren positif perekonomian Sumatera Barat pada triwulan I Tahun 2026 dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02 persen secara year-on-year. Hampir seluruh sektor mengalami pertumbuhan kecuali pengadaan listrik dan gas yang masih mengalami kontraksi.
Vasko menyoroti sektor penyediaan akomodasi serta makan minum sebagai kontributor tertinggi dengan pertumbuhan hampir mencapai 18 persen. Sektor jasa lainnya juga tumbuh signifikan termasuk jasa keuangan dan asuransi.
“Kinerja ini menunjukkan sektor jasa dan pariwisata menjadi penggerak utama ekonomi sumbar di awal tahun,” ungkapnya optimistis.
Ia memproyeksikan perekonomian akan semakin kuat pada triwulan II didukung aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri serta mobilitas mudik yang berdampak positif bagi berbagai sektor usaha. Konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap menjadi motor utama seiring meningkatnya pendapatan masyarakat dan keyakinan konsumen.
Selain itu investasi juga diprediksi meningkat berkat kelanjutan Proyek Strategis Nasional seperti Jalan Tol Padang-Sicincin yang mulai beroperasi sehingga meningkatkan konektivitas sekaligus mendorong investasi wilayah. Kinerja ekspor pun diperkirakan terus membaik mengikuti tren positif sejak triwulan I Tahun 2025 terutama di sektor terkait pariwisata seperti perdagangan, transportasi pergudangan serta penyediaan akomodasi makanan minuman seiring meningkatnya mobilitas wisatawan lokal.











