Padang – Sumatera Barat memperluas pembangunan nagari berbasis data dan inovasi dengan mengembangkan Nagari statistik dan Nagari Creative Hub (NCH) sebagai program unggulan daerah.
Program Nagari Statistik mulai digarap sekitar 10 tahun lalu di Kenagarian Sungai Duo, Kabupaten Dharmasraya. Sejak itu, pemerintah daerah mengembangkan berbagai inovasi digital untuk menghimpun data dan informasi, mulai dari potensi nagari, jumlah penduduk, kondisi sosial, kesehatan, hingga peluang investasi.
Sejalan dengan perkembangan itu,Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kemudian melahirkan kebijakan Nagari Creative Hub di pemerintahan terendah. Program ini diarahkan sebagai ruang kolaborasi untuk mendorong kemajuan nagari dan masyarakat.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat mencatat ada 10 NCH pada 2025. Jumlah itu naik menjadi 13 NCH pada 2026. Tiga belas nagari tersebut yakni Talaok di Kabupaten Pesisir Selatan, Sungai Duo di Dharmasraya, Koto tangah di Agam, Koto Baru di Solok, Sinuruik di Pasaman Barat, Tanjung Haro sikabu-Kabu Padang Panjang di Lima Puluh Kota, Lubuk Gadang Utara di Solok Selatan, Panti Selatan di Pasaman, Cubadak Mentawai Kota Pariaman, Tanjung Bonai Aur di Sijunjung, Sikalang di Sawahlunto, Toboh Gadang Barat di Padang Pariaman, dan Pangian di Tanah Datar.
Sebelum NCH dijalankan, sejumlah kebijakan lebih dulu disiapkan. Karena itu, program ini masuk ke dalam Program Unggulan Pemerintah Daerah yang dipimpin Mahyeldi-Vasco.
Sejumlah organisasi perangkat daerah juga telah menyiapkan sarana, prasarana, proses bisnis, dan kerangka kerja untuk mendukung pelaksanaannya.Di antaranya Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Sumatera Barat serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Sumatera Barat.
Kehadiran Nagari Statistik dan NCH lahir dari dorongan transformasi digital dalam pembangunan nagari. Perubahan ini menggeser cara pemerintah dan masyarakat merancang pembangunan,terutama di tingkat nagari yang membutuhkan data akurat sekaligus kreativitas dan inovasi warga.
Dalam skema itu, keduanya saling melengkapi. Nagari Statistik menjadi fondasi pembangunan berbasis data. Melalui pengelolaan data yang berkualitas, nagari dapat memetakan potensi wilayah, membaca kondisi sosial ekonomi masyarakat, mengukur capaian pembangunan, serta menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Data yang valid menjadi dasar pengambilan keputusan yang efektif, transparan, dan akuntabel. Adapun NCH menjadi ruang kolaborasi bagi masyarakat, pelaku UMKM, komunitas kreatif, pemuda, akademisi, dan pemerintah untuk melahirkan inovasi.
Creative Hub juga mendorong lahirnya produk kreatif, pengembangan ekonomi digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga terbukanya peluang usaha baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian,keduanya saling menguatkan.
Data dari Nagari Statistik dapat dimanfaatkan NCH untuk mengidentifikasi peluang usaha, menentukan kebutuhan pelatihan, mengembangkan produk unggulan, serta memperluas pemasaran berbasis digital. Sebaliknya, inovasi yang lahir dari Creative Hub akan memperkaya data pembangunan dan menjadi bukti keberhasilan program di tingkat nagari.
Dengan pola tersebut, Nagari Statistik tak hanya berfungsi sebagai pusat data, tetapi juga pendorong inovasi.Sementara Creative Hub tidak sekadar menjadi ruang berkarya, melainkan motor penggerak ekonomi berbasis informasi dan teknologi.
Kolaborasi keduanya diharapkan mempercepat terwujudnya nagari yang cerdas, inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Arah itu ditegaskan lewat slogan yang diusung: “Data Berkualitas, Inovasi Berkarya – Nagari Statistik dan Creative hub Saling Menguatkan Menuju Nagari Maju dan Sejahtera.”











