Sawahlunto – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sawahlunto menunjukkan perkembangan positif dengan usaha pembuatan paving block dan batako milik Andi Irawan yang berhasil memperluas pasar hingga ke Pasaman.

Andi Irawan (47), pemilik usaha, mengungkapkan peningkatan permintaan produknya hingga ke luar daerah. Usaha yang berawal dengan modal Rp5 juta ini, kini mencatatkan perputaran modal hingga Rp25 juta.

"Usaha ini juga menyerap tiga tenaga kerja dengan upah Rp700 ribu hingga Rp800 ribu per minggu," ujar Andi saat ditemui di kawasan Kandi, Sawahlunto, Jumat (9/1).

Andi menjelaskan, bergabungnya usahanya dengan BUMDes Desa Salak semakin memperkuat posisinya di pasar. Selain melayani pesanan umum, usaha Andi juga dipercaya untuk mengerjakan berbagai proyek pembangunan.

Pekan lalu, Andi menerima pesanan 15 ribu unit paving block berwarna untuk proyek kawasan kuliner SILO Sawahlunto. "Harga per unitnya Rp4.700 sudah termasuk biaya pengantaran," jelasnya.

Keunggulan paving block produksi Andi terletak pada kualitasnya yang melebihi standar, mencapai K-175. Hal ini dikarenakan penggunaan limbah abu batu bara dari PLTU Sijantang sebagai campuran bahan baku.

"Kebutuhan abu batu bara mencapai 30 hingga 50 ton per bulan," ungkap lulusan SMKN 1 Talawi ini.

Andi mengaku tidak menyangka usahanya dapat berkembang pesat seperti saat ini. Produknya telah digunakan di berbagai perkantoran, termasuk halaman upacara Mapolres Sawahlunto.

PLTU Sijantang turut mendukung usaha Andi dengan memfasilitasi pemanfaatan limbah abu batu bara.

Ke depan, Andi berharap instansi pemerintah dan sekolah di daerah lebih memprioritaskan penggunaan produk lokal. "Tidak perlu membeli dari daerah lain. Kami siap memenuhi kebutuhan paving block dan batako dengan kualitas terjamin," pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *