Payakumbuh – Sebanyak 45 santri cilik di Kota Payakumbuh berhasil menamatkan bacaan Al Quran di tengah derasnya arus digitalisasi. Momen membanggakan ini berlangsung saat peringatan Khatam Al Quran di Masjid Ihsan Taruko, Kelurahan Ikua Koto Dibalai, pada Rabu (07/01/2026).
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, mengapresiasi kegiatan rutin tiga tahunan ini sebagai tradisi pembinaan keagamaan masyarakat setempat. "Semoga momentum ini semakin menumbuhkan kecintaan kita semua terhadap Al Quran," kata Zulmaeta.
Zulmaeta menekankan bahwa khatam bukanlah akhir dari belajar, melainkan awal untuk lebih mendalami dan mengamalkan isi Al Quran. Ia juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi informasi yang pesat bagi anak-anak.
"Orang tua perlu berperan aktif mengontrol dan membimbing agar anak-anak tidak terjebak pada pengaruh negatif teknologi," tegasnya.
Ketua Panitia Khatam Al Quran Masjid Ihsan Taruko, Trion Sanova, menjelaskan bahwa seluruh peserta telah melalui proses seleksi bersama Kementerian Agama Kota Payakumbuh.
"Kegiatan ini tidak hanya seremonial semata, tetapi juga sarana memperkuat peran masjid sebagai pusat pendidikan dan pembinaan keagamaan," pungkasnya.










