Jakarta – Rupiah menunjukkan sinyal penguatan pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (15/1/2026). Mata uang Garuda tersebut naik tipis 14 poin, mencapai level Rp 16.851 per dolar AS.

Analis menilai penguatan ini masih terbatas. Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menyebut investor masih menunjukkan sikap hati-hati.

Kewaspadaan ini dipicu oleh pernyataan Bank Indonesia (BI) yang berkomitmen untuk menjaga stabilitas rupiah. Josua mengatakan, "Investor tetap berhati-hati di tengah pernyataan Bank Indonesia bahwa mereka akan tetap berada di pasar untuk menstabilkan rupiah."

Josua memprediksi pergerakan rupiah akan berada dalam rentang Rp 16.825 hingga Rp 16.925 per dolar AS.

Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Erwin G Hutapea dari Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI menyatakan, bank sentral akan terus konsisten menjaga stabilitas nilai tukar demi mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Upaya stabilisasi dilakukan melalui intervensi di pasar valuta asing, baik di pasar off-shore maupun domestik.

Intervensi tersebut meliputi transaksi spot, domestic non delivery forward (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Faktor lain yang mendukung stabilitas rupiah adalah aliran masuk modal asing, terutama ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan pasar saham.

Pada Januari 2026, aliran modal asing neto tercatat mencapai Rp 11,11 triliun.

Bank Indonesia memastikan akan terus memantau dan berada di pasar untuk memastikan nilai tukar rupiah bergerak sesuai dengan fundamental dan mekanisme pasar yang sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *