Tanah Datar – investasi sebesar Rp1,5 triliun untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam diperkirakan akan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tersebut. Sekolah yang dirancang menampung sekitar 3.000 siswa ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai penggerak aktivitas ekonomi yang signifikan.
Kehadiran ribuan siswa beserta tenaga pendidik dan staf pendukung menciptakan permintaan barang dan jasa secara berkelanjutan. Perputaran uang dari operasional sekolah diperkirakan mencapai Rp55 miliar hingga Rp70 miliar per tahun atau sekitar Rp4,7 miliar hingga Rp6 miliar setiap bulan.
Tokoh pers Sumatera Barat, Khairul jasmi, menyatakan bahwa kebutuhan ekonomi yang muncul sangat besar karena aktivitas sekolah berlangsung terus-menerus. Ia menjelaskan, “Kalau ada 3.000 siswa tinggal dalam satu kawasan, kebutuhan ekonominya sangat besar. Ini seperti menghadirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Tanjung Alam.”
Sektor pangan menjadi salah satu yang paling terdampak dengan kebutuhan harian mencapai ribuan porsi makanan dan konsumsi beras sekitar satu ton per hari. Selain itu, pasokan telur, daging, ikan, sayur-sayuran serta buah-buahan juga diperlukan dalam jumlah besar setiap hari.
Nilai belanja untuk kebutuhan pokok tersebut diperkirakan mencapai antara Rp100 juta hingga Rp135 juta per hari atau setara dengan Rp3 miliar sampai Rp4 miliar per bulan. Selain itu terdapat pengeluaran untuk perlengkapan kebersihan asrama, layanan laundry, listrik dan air serta berbagai keperluan operasional lain yang nilainya bisa mencapai ratusan juta rupiah tiap bulan.
Sekolah ini juga akan menyerap tenaga kerja tetap sebanyak 400 sampai 500 orang mulai dari guru hingga petugas kebersihan dan keamanan dengan gaji bulanan berkisar antara Rp1,3 miliar sampai Rp1,5 miliar. Hal ini diyakini dapat meningkatkan daya beli masyarakat lokal sekaligus memperkuat sirkulasi ekonomi di sekitarnya.
Khairul Jasmi menekankan peluang terbesar terbuka bagi petani lokal, peternak maupun nelayan serta pelaku UMKM sebagai bagian dari rantai pasok kebutuhan sekolah tersebut. “Kalau rantai pasoknya dibangun dengan baik maka masyarakat Tanah Datar lah yang akan menikmati manfaat terbesar karena uangnya berputar di daerah sendiri,” ujarnya.
Tokoh Adat Sumatera Barat dt Ricky Donals menyambut positif pembangunan ini sebagai langkah strategis pemerintah demi kemajuan daerahnya. Ia meyakini investasi sebesar itu bakal menghasilkan dampak berantai pada sektor usaha masyarakat lainnya seperti kuliner,penginapan hingga jasa laundry dan transportasi.
“Pastilah banyak efek dominonya jika proyek ini berjalan lancar,” kata Dt Ricky Donals pada jumat (7/8/2026). Ia menambahkan bahwa kunjungan orang tua siswa maupun tamu sekolah turut menggerakkan roda perekonomian lokal secara signifikan.
Dengan demikian Sekolah Rakyat Tanjung Alam bukan sekadar proyek pendidikan semata melainkan potensi mesin penggerak utama pertumbuhan ekonomi baru bagi warga Tanah Datar secara luas.











