Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah indian Ocean High-Level Forum 2027.gubernur Sumbar, Mahyeldi ansharullah, mengajukan usulan tersebut saat menerima kunjungan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Santo Darmosumarto, di Istana Gubernuran pada Senin (10/8/2026).
Mahyeldi menilai posisi strategis Sumbar yang berada di pantai barat Indonesia dan langsung berhadapan dengan Samudra Hindia menjadi modal utama untuk memperkuat kerja sama kawasan Indian Ocean rim Association (IORA). Ia menyebutkan bahwa kekayaan budaya, pariwisata, ekonomi kelautan serta masyarakat yang terbuka menjadikan Sumbar layak menjadi host forum internasional bertema “One Ocean, Boundless Opportunities – Satu Samudra, Peluang Tanpa Batas.”
Gubernur menegaskan bahwa forum ini tidak hanya akan menjadi ajang konferensi biasa. “Kami ingin menjadikan forum ini sebagai platform internasional yang mempertemukan pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, investor hingga akademisi untuk membangun kerja sama konkret,” ujarnya.
Mahyeldi berharap forum tersebut dapat mendorong aksi nyata melalui kolaborasi investasi, perdagangan ekonomi biru hingga pengembangan pariwisata dan konektivitas maritim. Ia juga mengusulkan agar jejaring IORA diperluas sampai tingkat pemerintah daerah dan masyarakat guna membuka peluang ekonomi lebih besar.
Menurut Mahyeldi, Indonesia memiliki peran penting dalam IORA sebagai negara pendiri dengan wilayah luas yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. “Sumatera Barat siap mendukung posisi Indonesia sebagai regional convener sekaligus pintu gerbang kolaborasi kawasan,” tegasnya.
Menanggapi usulan itu, Santo Darmosumarto memberikan apresiasi atas inisiatif Pemprov Sumbar dan menyatakan Kementerian Luar Negeri siap mendukung gagasan tersebut. Pada 2027 nanti kementeriannya juga akan menggelar workshop terkait kemitraan anggota IORA khususnya di bidang pariwisata, penanggulangan bencana serta ekonomi biru.
Santo menambahkan bahwa penguatan kerja sama ini penting untuk mempererat hubungan Indonesia dengan negara-negara kawasan Samudra Hindia sekaligus membuka ruang kolaborasi antara pemerintah pusat-daerah serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Pertemuan itu turut dihadiri sejumlah pejabat dari Kementerian Luar Negeri dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat seperti Direktur KSIA aspasaf Febrian irawati Mamesah serta Kepala Dinas Pariwisata dr. Lila Yanwar.











