Sumatera Utara – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memulai program rehabilitasi lahan pertanian yang rusak akibat banjir dan longsor akhir November lalu. Wakil Gubernur Sumut, Surya, memimpin langsung groundbreaking rehabilitasi sawah di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Kamis (15/1/2026).

"Groundbreaking ini menjadi titik balik penguatan ketahanan pangan di Sumut," tegas Surya. Acara tersebut juga dihadiri secara virtual oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto. Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu dan Staf Ahli Mentan Bidang Infrastruktur Pertanian Ali Jamil turut mendampingi Surya di lokasi.

Surya mengungkapkan, bencana alam tersebut menyebabkan kerusakan lahan sawah seluas 37.318 hektar di Sumut. Kerusakan terbagi menjadi tiga kategori: ringan (22.274 hektar), sedang (10.690 hektar), dan berat (4.354 hektar). Khusus di Tapanuli Tengah, kerusakan lahan mencapai 3.205 hektar yang tersebar di berbagai kecamatan.

"Kecamatan Tukka adalah bagian penting dari sentra pertanian rakyat," kata Surya. Ia menambahkan, kerusakan lahan dan irigasi telah menurunkan produktivitas dan pendapatan petani secara signifikan. Surya mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam program rehabilitasi ini. Menurutnya, pembangunan pertanian bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang kebersamaan dan gotong royong.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, pemerintah pusat mengalokasikan bantuan senilai Rp 78,5 miliar untuk pemulihan sektor pertanian di Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat. Bantuan tersebut meliputi pupuk, benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta kebutuhan pokok masyarakat.

"Rehabilitasi menggunakan skema padat karya. Petani pemilik sawah yang bekerja akan dibayar upahnya oleh pusat," jelas Andi Amran Sulaiman. Ia juga menginstruksikan jajarannya untuk terus berada di lokasi hingga proses pemulihan selesai.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengapresiasi langkah cepat dan sinergi pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana. Menurutnya, upaya ini akan berdampak positif terhadap stabilitas nasional dan daerah. Program rehabilitasi ini mencakup penyediaan traktor roda empat, rotavator, serta pembangunan kembali jalan usaha tani di wilayah terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *