Jakarta – TikTok membantah rumor penutupan Tokopedia dan pengalihan bisnis ke TikTok Shop. Perusahaan asal Tiongkok tersebut menegaskan komitmen investasi jangka panjang di Indonesia melalui Tokopedia, merespons rumor yang beredar luas di media sosial.

Juru Bicara TikTok memastikan bahwa Tokopedia akan terus beroperasi secara penuh. Fokus utama Tokopedia saat ini adalah meningkatkan pengalaman pengguna dan pembeli, dengan tujuan mendorong pertumbuhan platform e-commerce tersebut dalam jangka panjang.

Rumor penutupan Tokopedia bermula dari unggahan sebuah akun di platform X, @ecommurz, yang mengklaim TikTok Shop akan memiliki aplikasi terpisah. TikTok dan Tokopedia melakukan merger setelah pemerintah melarang praktik social commerce, model bisnis yang menggabungkan media sosial dan platform e-commerce. Larangan ini berdampak signifikan pada operasional TikTok Shop di Indonesia.

Pada 10 Desember 2023, TikTok dan Tokopedia menandatangani perjanjian pengambilalihan saham. Dalam perjanjian tersebut, Tokopedia melepas 75,01 persen sahamnya kepada TikTok senilai US$ 840 juta atau sekitar Rp 13,69 triliun, menjadikan TikTok sebagai pemilik mayoritas saham Tokopedia. Sementara itu, 24,99 persen saham Tokopedia tetap dimiliki oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

TikTok berkomitmen untuk menginvestasikan lebih dari US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 24,44 triliun secara bertahap ke Tokopedia. Investasi ini termasuk pengalihan kepemilikan dan hak operasi TikTok Shop di Indonesia kepada Tokopedia senilai US$ 340 juta atau setara dengan Rp 5,64 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *