Solok – Banjir bandang menerjang Kota Solok, Sumatera Barat, menyebabkan satu orang meninggal dunia dan ribuan warga terdampak. Hujan deras yang mengguyur sejak Rabu (26/11/2025) memicu meluapnya Sungai Batang Lembang dan Batang Gawan.
BPBD Kota Solok melaporkan, korban meninggal dunia adalah Alfahira Dwi Permata, seorang anak perempuan berusia 3 tahun, warga kelurahan Tanah Garam. Korban meninggal akibat tertimpa pohon tumbang.
Bencana ini berdampak pada 2.978 kepala keluarga atau 9.375 jiwa di dua kecamatan, yaitu Tanjung Harapan dan Lubuk Sikarah.
Wali Kota Solok telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir sejak 26 November hingga 27 November 2025.
Banjir merendam 2.233 rumah warga dan sejumlah fasilitas umum, termasuk masjid, musholla, dan sekolah.
BPBD Kota Solok terus memantau titik rawan banjir dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk penanganan darurat.
Puluhan ASN Pemkot Solok diterjunkan untuk menyalurkan bantuan makanan kepada warga terdampak.
Wali Kota Solok,Ramadhani Kirana Putra,mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.











