Jakarta – Perdagangan derivatif aset kripto di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan. Pintu Futures melaporkan lonjakan pengguna aktif bulanan (MTU) hampir 500 persen pada kuartal IV 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan ini mengindikasikan peningkatan minat masyarakat terhadap investasi kripto, didorong oleh potensi keuntungan di berbagai kondisi pasar. Head of Product Marketing Pintu, Iskandar Mohammad, menyatakan bahwa peningkatan MTU sejalan dengan kenaikan volume perdagangan derivatif aset kripto di Pintu Futures.
"Perdagangan derivatif aset kripto membuka kesempatan bagi trader untuk mengoptimalkan strategi trading dalam berbagai kondisi pasar," ujar Iskandar, Selasa (20/1/2026). Volume perdagangan meningkat lebih dari 370 persen pada kuartal IV 2025 dibandingkan kuartal IV 2024, dengan frekuensi perdagangan naik lebih dari 300 persen.
Pintu juga mencatat peningkatan pengguna aktif sebesar 226 persen dan lonjakan frekuensi deposit lebih dari 450 persen. Pintu Futures menawarkan fitur seperti advanced order type, initial margin buffer, adjustable leverage hingga 25x, price protection, serta Take Profit dan Stop Loss, dengan lebih dari 180 aset kripto yang dapat diperdagangkan.
Iskandar optimis bahwa inisiatif dan produk inovatif Pintu akan terus menarik minat masyarakat Indonesia terhadap perdagangan derivatif aset kripto. Data Coinglass menunjukkan total perdagangan derivatif aset kripto global mencapai US$85,70 triliun atau Rp1.445 triliun pada tahun 2025.
Bursa Kripto CFX mencatat perdagangan derivatif aset kripto di Indonesia dari September 2024 hingga September 2025 mencapai Rp73,8 triliun. Iskandar mengingatkan bahwa derivatif aset kripto memiliki risiko tinggi. "Persiapan yang matang sangat penting sebelum melakukan trading, perketat manajemen risiko, dan terpenting adalah Do Your Own Research (DYOR)," tegasnya.










