Lubuk Basung – Pemerintah Kabupaten Agam berupaya mengurangi hingga 70 persen timbunan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) melalui kolaborasi dengan Koperasi Industri Insinyur Indonesia. Upaya ini dilakukan dengan menjajaki potensi kerjasama pengelolaan sampah yang lebih optimal.

Audiensi daring terkait rencana kolaborasi ini berlangsung di Ruang Rapat Bupati Agam, Jumat (30/1). Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Agam, Syatria, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Agam, Jafrizal, turut hadir dalam pertemuan virtual tersebut.

Ketua Koperasi Industri Insinyur Indonesia, Faizal Safa, menawarkan solusi inovatif dengan menerapkan teknologi autotermik. Faizal menjelaskan, teknologi autotermik merupakan sistem pengolahan sampah ramah lingkungan dan berkelanjutan.

"Teknologi ini bekerja melalui metode dekomposisi termal berkelanjutan, yang secara otomatis memanfaatkan energi yang terkandung dalam sampah," ujarnya. Sistem ini diklaim tidak menggunakan bahan bakar fosil maupun sumber energi eksternal, serta mampu mengurangi emisi karbon secara signifikan. Hal ini sejalan dengan target dekarbonisasi global sesuai Paris Agreement on Climate Change.

Syatria menyambut baik inisiatif dan rencana kolaborasi tersebut. "Apabila teknologi autotermik telah melalui tahap uji coba, beroperasi dengan baik, dan terbukti mampu mengurangi timbunan sampah di TPA, maka Pemerintah Kabupaten Agam sangat mendukung penerapannya," kata Syatria.

Pemkab Agam berharap, penerapan teknologi ini dapat berkontribusi pada target Kementerian Lingkungan Hidup dalam pengurangan timbunan sampah, serta mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *