Jakarta – Bupati Tanah Datar, Sumatera Barat,⁤ Eka Putra ‍menyampaikan bahwa persiapan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tanjung Alam telah rampung dan tinggal‍ menunggu pelaksanaan. Ia mengungkapkan dua ⁢agenda penting yang dijadwalkan pada ‍September 2026, yaitu peresmian ‌hunian tetap (huntap) di Rambatan ‌sebanyak 79 unit dan ⁤peletakan ⁤batu pertama pembangunan⁤ SR.Huntap yang dibangun oleh Danantara dan dikerjakan PT Nindya Karya ini mendapat pujian‌ dari‍ berbagai ⁣pihak karena kualitasnya yang kokoh dan tertata rapi. Direktur ‍Utama ​PT Nindya Karya, firmansyah menegaskan bahwa ​pembangunan dilakukan dengan standar tinggi.

Eka juga melaporkan kepada Menteri⁤ Pekerjaan Umum Dody Hanggodo ⁤mengenai kesiapan lahan seluas 23 hektare di Kecamatan Tanjung Baru untuk lokasi SR tanjung alam. Lahan tersebut merupakan⁢ hibah dari keluarga besar COO Danantara,Dony⁢ Oskaria⁤ kepada pemerintah Kabupaten tanah Datar.

Menurut penjelasan Dony kepada Bupati Eka, SR‍ ini dirancang untuk menampung sekitar 3 ‌ribu⁣ siswa dari jenjang SD hingga SMA. Hal ini memunculkan kebutuhan logistik harian seperti telur,⁤ daging, ayam, sayuran, beras serta konsumsi dua hingga tiga kali sehari yang harus segera dipenuhi oleh pemerintah daerah dan masyarakat sekitar.​ Bahkan ketersediaan tukang cukur⁤ pun menjadi perhatian agar mencukupi kebutuhan siswa.

Siswa yang akan belajar di⁢ SR Tanjung Alam didominasi oleh anak-anak⁤ dari keluarga ekonomi rendah desil 1 dan 2 atau sekitar 20 ​persen keluarga termiskin berdasarkan Data‌ Tunggal ​Sosial Ekonomi Nasional. Kehadiran orang tua siswa setiap hari⁤ ke sekolah juga diperkirakan dapat meningkatkan perputaran ekonomi lokal melalui⁣ peningkatan belanja kebutuhan pokok.

Bupati ​Eka memastikan pematangan lahan sudah selesai ⁤sehingga peletakan batu pertama akan dilakukan pada September ⁤mendatang.Ia menyebutkan bahwa SR Tanjung‌ Alam akan menjadi sekolah rakyat terbesar di Indonesia dengan ⁢kapasitas mencapai 3 ribu siswa.

Saat ini terdapat‍ 182 Sekolah Rakyat yang beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027 meningkat⁢ dari sebelumnya sebanyak 166 sekolah rintisan tahun lalu dengan total peserta didik mencapai sekitar 45 ribu siswa SD hingga SMA-naik signifikan dibandingkan⁢ tahun⁢ sebelumnya sebanyak hampir 15 ‍ribu ​siswa. Dari jumlah tersebut hanya sebagian kecil yakni sebanyak 93 sekolah sudah memiliki gedung ​permanen dengan ‍kapasitas rata-rata antara dua ⁤sampai dua setengah ribu siswa.

Pemerintah menargetkan jumlah Sekolah Rakyat ‌mencapai angka lima ratus pada ⁤tahun 2029 mendatang sehingga keberadaan SR Tanjung Alam sebagai⁤ sekolah terbesar nantinya menjadi tonggak penting dalam pengembangan ‌pendidikan rakyat di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *