Jakarta – LG Electronics Indonesia (LGEIN) mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mencuci pakaian secara higienis, terutama saat musim hujan, dengan memanfaatkan teknologi canggih pada mesin cuci premium LG. Peningkatan kesadaran ini didorong oleh kebutuhan keluarga, terutama yang memiliki bayi, akan perlindungan dari alergen dan iritasi kulit.

Head of Product Marketing Living Home Appliance Solution LGEIN, Ratih Nadiah, menjelaskan bahwa pakaian yang tidak bersih berpotensi membawa alergen seperti debu, jamur, dan residu deterjen. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, LG menghadirkan fitur Allergy Care pada mesin cuci front loading terbaru, LG AI DD tipe F2515SNEW1 berkapasitas 15 kg.

Fitur ini menggunakan teknologi uap panas (steam) untuk menghilangkan hingga 99,9 persen alergen seperti tungau debu rumah dan serbuk sari. "Kemampuan ini telah diakui oleh British Allergy Foundation (BAF) dalam pengurangan tungau debu rumah," kata Ratih, Selasa (24/2/2026).

Mesin cuci LG AI DD tipe F2515SNEW1 menggabungkan kecerdasan buatan (AI) dengan teknologi perawatan kain. Sistem deep-learning pada mesin ini mampu mendeteksi jenis dan tingkat kelembutan kain, serta tingkat kotoran. Selanjutnya, sistem secara otomatis menentukan siklus pencucian yang sesuai.

Teknologi ini dipadukan dengan 6Motion, enam pola gerakan pencucian yang dirancang untuk menjaga kualitas dan daya tahan pakaian. Selain itu, LG Electronics juga menghadirkan Pet Cycle dengan suhu hingga 60 derajat Celsius serta 4 tahap pembilasan air hangat. Fitur ini membantu mengurangi bau yang menempel pada pakaian bagi pemilik hewan peliharaan.

Dari sisi efisiensi, mesin cuci ini dilengkapi TurboWash 360 Degree yang memadukan 6Motion dan teknologi 3D Multi Water Spray. Empat titik pancaran air memastikan distribusi deterjen dan air lebih merata, sehingga waktu pencucian lebih singkat tanpa mengurangi performa.

"Kombinasi AI dan teknologi perawatan kain ini menunjukkan komitmen kami untuk memberikan pengalaman mencuci yang lebih cerdas, efisien, dan penuh perhatian terhadap kualitas hidup konsumen," pungkas Ratih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *