Jakarta – Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menginisiasi kolaborasi antara Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) dengan jaringan ritel modern, Indomaret dan Alfamart, untuk memperluas pasar produk UMKM lokal. Kemitraan ini akan memfasilitasi Kopdes dalam menampung produk-produk yang belum bisa disuplai oleh UMKM setempat.

"Tentu kami bisa bekerja sama dari produksi barang-barang yang sudah diproduksi oleh swasta," kata Ferry di Menara Bank Mega, Selasa (24/2/2026). Ia menjelaskan bahwa keberadaan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret sangat bergantung pada regulasi daerah, mengingat ekspansi mereka telah menjangkau wilayah perdesaan.

Kopdes diharapkan mampu bersaing dengan ritel swasta yang semakin berkembang. Ferry mengklaim telah berkomunikasi dengan pengusaha ritel Indomaret dan Alfamart terkait potensi kerja sama ini.

Sebelumnya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menyampaikan kekhawatiran bahwa Alfamart dan Indomaret dapat mematikan usaha warung dan UMKM. Jumlah gerai kedua ritel tersebut telah mencapai lebih dari 20 ribu unit di seluruh Indonesia.

Kopdes sendiri memiliki model bisnis yang serupa dengan ritel swasta, menjual berbagai kebutuhan pokok, termasuk pupuk dan gas LPG. "Sehingga kehadiran Kopdes (Koperasi Desa Merah Putih) itu memang solusi yang terbaik," ujar Ferry dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Pemerintah menargetkan pembangunan 80 ribu unit Kopdes dalam dua tahun. Hingga saat ini, telah berdiri sekitar 24 ribu unit, dan ditargetkan mencapai 30 ribu unit pada kuartal I 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *