Jakarta – Harga emas batangan Antam diperkirakan melampaui Rp 3 juta per gram pada perdagangan pekan depan. Pemicunya adalah meningkatnya konflik geopolitik global dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan proyeksi ini setelah harga emas Antam ditutup pada Rp 2.857.000 per gram di akhir pekan.

Ibrahim menjelaskan, eskalasi situasi di Timur Tengah menjadi faktor utama yang mendorong harga emas dunia hingga diprediksi mencapai US$ 5.080 per troy ounce. Kondisi ini juga memicu penguatan dolar AS yang menekan rupiah.

"Saat dolar menguat dan harga minyak naik, pemerintah harus menyiapkan dolar dalam jumlah besar untuk kebutuhan impor minyak. Kondisi ini memicu pelemahan rupiah," ujar Ibrahim, Minggu, 5 April 2026.

Lebih lanjut, ia memprediksi rupiah berpotensi menyentuh Rp 17.120 per dolar AS pada pekan depan. Penolakan Iran terhadap tawaran gencatan senjata dari AS dinilai turut meningkatkan harga minyak dunia. Jika Iran memenangkan konflik, harga emas diperkirakan melonjak lebih tinggi.

Selain geopolitik, kebijakan The Fed juga membayangi pergerakan harga emas. Ibrahim menilai sikap The Fed yang kemungkinan mempertahankan suku bunga dapat menekan pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *