Padang – Semen Padang FC menghadapi situasi genting dalam perebutan bertahan di Super League musim ini. Dengan tujuh laga tersisa, Kabau Sirah masih tertahan di posisi 17 dan terpaut lima poin dari zona aman.
Peluang tim asal Sumatera Barat itu untuk keluar dari ancaman degradasi kian menipis. Sebab, lawan-lawan yang tersisa bukan tim sembarangan, melainkan sejumlah klub kuat seperti Persebaya, Persija, Borneo FC, dan Dewa United.
Dalam kondisi seperti ini, setiap pertandingan menjadi penentu nasib SPFC. Satu hasil buruk saja bisa membuat langkah mereka makin berat untuk selamat dari degradasi.
Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, menegaskan timnya belum menyerah. Ia menyebut skuadnya masih memegang tujuan yang sama, yakni bertahan di Super League hingga musim berakhir.
“Keyakinan kita sama, misi kita sama. tim akan berjuang sampai akhir. Tidak ada yang tidak bisa,” kata Imran, Senin 20 April 2026.
Imran juga meminta dukungan penuh dari seluruh pihak, terutama suporter, agar target bertahan di kompetisi bisa tercapai. Ia berharap doa dan semangat dari pendukung tetap mengalir hingga laga pemungkas.
Dari ruang ganti, gelandang SPFC Firman Juliansyah juga menyampaikan optimisme serupa. Ia percaya tim kebanggaan masyarakat Sumbar itu masih punya peluang untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Sore ini, SPFC akan melakoni laga penting melawan Persijap Jepara, tim yang juga sedang berjuang menjauh dari zona degradasi. persijap saat ini menempati posisi 15.
Musim 2025-2026 menjadi periode berat bagi Semen Padang FC. Sepanjang kompetisi,klub ini sudah tiga kali berganti pelatih.
Dari 27 pertandingan yang telah dijalani, SPFC baru meraih lima kemenangan, lima hasil imbang, dan menelan 17 kekalahan.











