Padang – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Penetapan itu sekaligus memastikan 1 Zulhijah 1447 H dimulai pada Senin Kliwon, 18 mei 2026, sedangkan Hari Arafah jatuh pada Selasa Pon, 26 Mei 2026.
Keputusan tersebut disampaikan Muhammadiyah berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang menjadi pedoman majelis tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Ketetapan ini merujuk pada Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang dirilis di Yogyakarta pada 22 September 2025.
Mengutip situs resmi muhammadiyah, penetapan awal Zulhijah itu mengacu pada prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal. Pedoman tersebut merupakan hasil Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah di Pekalongan pada 2024.
Dalam maklumat itu disebutkan, “PP Muhammadiyah menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada hari Senin Kliwon, 18 Mei 2026.” Dengan demikian, 10 Zulhijah atau iduladha diperingati pada Rabu Wage, 27 Mei 2026.
Pemerintah juga menetapkan tanggal yang sama melalui Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, dan Menteri Ketenagakerjaan yang diterbitkan pada 2025. Dalam aturan itu, Iduladha 1447 H jatuh pada rabu, 27 mei 2026, sekaligus menjadi hari libur nasional.
SKB tersebut juga menetapkan jumlah hari libur nasional pada 2026 sebanyak 17 hari dan cuti bersama sebanyak 8 hari.










