Padang – Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir membuka Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-42 tingkat Kecamatan Nanggalo yang dipusatkan di kelurahan Surau Gadang, Sabtu (19/6/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian MTQN tingkat kecamatan se-Kota Padang yang telah berlangsung di sejumlah wilayah.

Pembukaan MTQN di Nanggalo dijadwalkan berlangsung pada 20-21 Juni 2026 dan diawali dengan pawai ta’aruf. Arak-arakan itu berlangsung meriah dengan partisipasi seluruh kontingen dari enam kelurahan di Kecamatan nanggalo.

Selain pembukaan, kegiatan juga diramaikan bazar UMKM di halaman Kantor Camat Nanggalo. Sejumlah produk unggulan masyarakat ditampilkan dalam bazar tersebut.

Dalam sambutannya, Maigus Nasir menyampaikan apresiasi kepada seluruh kecamatan yang telah menuntaskan pelaksanaan MTQN ke-42 tingkat kecamatan.

Ia juga meminta setiap kecamatan mulai menyiapkan kafilah untuk mengikuti MTQN tingkat Kota Padang yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.

“Kami meminta setiap kecamatan harus mengikuti seluruh cabang lomba yang dipertandingkan. Ini bagian dari upaya kita untuk merebut Juara umum pada MTQN Tingkat Provinsi Sumatera Barat yang akan digelar di Kabupaten Pesisir Selatan pada 2027 mendatang,” ujarnya.

Maigus kemudian menegaskan kembali program unggulan Pemerintah Kota Padang. menurut dia, visi kota itu adalah menggerakkan seluruh potensi untuk mewujudkan Padang sebagai kota pintar, sehat, religius, dan berbudaya menuju kota maju dan sejahtera.

“Kita juga memiliki Progul Sinergi Nagari yang bertujuan memperkuat peran adat dan budaya. Untuk mendukung hal itu,Pemerintah Kota Padang bersama DPRD telah mengesahkan Perda Nomor 5 Tahun 2026 tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau,” ungkapnya.

Visi tersebut dijabarkan ke dalam sembilan program unggulan, di antaranya Padang Amanah yang mendorong lahirnya aparatur sipil berintegritas dan bebas pungutan liar, Padang Juara melalui pemberian bantuan pendidikan bagi pelajar, serta Smart Surau sebagai wadah pembinaan karakter generasi muda.

Maigus berharap seluruh program itu dapat memperkuat kehidupan masyarakat yang religius, berbudaya, dan berkarakter. Ia menilai semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai Al-Qur’an yang menjadi ruh pelaksanaan MTQN.

“MTQN bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga sarana syiar islam untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. Kita berharap lahir generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *