Padang – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Andalas menjalani ujian praktik mata kuliah Produksi Konten Media Sosial dengan pola penilaian yang tak biasa. Dalam ujian yang digelar pada 26 Juni 2026 itu, mahasiswa tidak hanya dinilai dari karya yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan mereka mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM dalam menyusun strategi promosi di media sosial.
Ujian ini dirancang agar mahasiswa terlibat langsung dalam praktik komunikasi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha mitra. Mereka diminta merancang, memproduksi, hingga mengevaluasi konten media sosial yang relevan dengan karakter dan kebutuhan UMKM yang didampingi.
Dosen pengampu mata kuliah, Robi Jaya putra, S.Pd., M.I.Kom., mengatakan skema tersebut dibuat untuk menilai kemampuan mahasiswa secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan sampai evaluasi proyek.Bersama Ilham Havifi, S.I.kom., M.I.Kom., ia juga melibatkan pemilik UMKM dalam proses penilaian.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya mampu membuat konten yang baik secara teknis, tetapi juga dapat mempertanggungjawabkan setiap keputusan strategis yang mereka ambil. Ujian ini menjadi simulasi dunia kerja, di mana klien atau pemilik usaha berhak memberikan penilaian,” kata Robi, Selasa (30/6/2026).Pelaksanaan ujian dibagi ke dalam tiga tahapan. Tahap pertama berupa wawancara antara dosen dan pemilik UMKM untuk memverifikasi proses pendampingan, memastikan keaslian karya, sekaligus menilai manfaat yang dirasakan mitra usaha.
Ilham Havifi menilai kehadiran pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam evaluasi. “Kehadiran owner UMKM bukan sekadar formalitas. Mereka merasakan langsung dampak dari konten yang dibuat mahasiswa. Penilaian mereka sangat berarti bagi kami,” ujarnya.
Tahap berikutnya adalah presentasi kelompok dengan durasi maksimal 10 menit. Pada sesi ini, mahasiswa memaparkan persoalan yang dihadapi UMKM, strategi produksi konten, analisis audiens, proses pelaksanaan, hingga evaluasi dan rekomendasi pengembangan konten di masa mendatang.
Setelah itu, mahasiswa mengikuti sesi tanya jawab bersama dosen. Mereka diuji mengenai strategi branding, proses kreatif, tantangan di lapangan, serta solusi yang diterapkan saat mendampingi UMKM.
“Kami ingin melihat sejauh mana mahasiswa mampu berpikir kritis dan adaptif ketika menghadapi persoalan di lapangan,” tambah Robi.
Sebagai syarat kelulusan, setiap kelompok wajib menghasilkan dua luaran.Pertama, produk konten media sosial berupa video promosi, foto produk, reels, poster digital, atau materi copywriting yang siap dipublikasikan di Instagram, TikTok, YouTube, dan facebook.
Kedua, mahasiswa menyusun booklet proyek yang memuat profil UMKM, dokumentasi kegiatan, strategi komunikasi, hingga hasil evaluasi pendampingan. Dokumen itu diharapkan dapat menjadi panduan bagi pelaku usaha untuk mengelola media sosial secara mandiri.
melalui pembelajaran berbasis praktik tersebut, mahasiswa Ilmu Komunikasi Unand diharapkan tidak hanya memahami teori komunikasi, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata dalam mendukung transformasi digital dan meningkatkan daya saing UMKM di Indonesia.











