Padang – Ambisi besar diusung pengurus baru Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Barat periode 2025-2030 untuk membawa koperasi daerah menembus pasar global. Langkah strategis ini diawali dengan rencana menjadikan Sumatera Barat sebagai tuan rumah Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-80 pada 2027 dan Konferensi Koperasi Internasional pada 2028.

Ketua Dekopinwil Sumbar, Gun Sugianto, menegaskan bahwa pihaknya tengah memacu profesionalisme organisasi agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dari level akar rumput. Ia berkomitmen memperkuat fungsi pendampingan dan advokasi bagi koperasi primer maupun sekunder melalui kolaborasi lintas sektor.

“Kami ingin menjadikan Dekopinwil Sumbar sebagai rumah besar gerakan koperasi yang mampu memperkuat ekonomi masyarakat dari bawah melalui kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Gun di Padang, rabu (8/7/2026).

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menaruh harapan tinggi pada kepengurusan yang didominasi generasi muda ini. Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, mendorong Dekopinwil untuk segera melakukan transformasi digital agar koperasi tidak lagi terjebak pada pola konvensional simpan pinjam, melainkan merambah ke sektor riil yang lebih produktif.

Vasko menilai, literasi digital yang dimiliki pengurus muda adalah modal utama untuk menggaet minat milenial dan Gen Z. Ia juga menekankan pentingnya pengembangan koperasi berbasis syariah yang selaras dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

“Kami berharap Dekopinwil menjadi mitra strategis pemerintah daerah, tidak hanya sebagai wadah gerakan koperasi, tetapi juga mampu memperkuat pendampingan, edukasi, advokasi, dan peningkatan kapasitas koperasi sehingga tumbuh sehat, profesional, serta memberi manfaat nyata bagi anggotanya,” tutur Vasko.

Selain itu, Pemprov Sumbar memberikan mandat khusus kepada Dekopinwil untuk mengawal operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah putih. Kehadiran koperasi ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.