Padang – Kepolisian masih mengusut ledakan bom rakitan yang melibatkan siswa kelas XII di salah satu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kota Padang, Selasa (14/7). Selain penyelidikan, polisi juga menyiapkan langkah pembinaan karena pelaku masih berstatus anak.
Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo mengatakan peristiwa itu terjadi saat jam istirahat, ketika kondisi sekolah sedang sepi. Pelaku meletakkan benda rakitan di atas meja di depan ruang kelas, lalu menyalakan sumbunya dengan korek api gas.
“Benda tersebut tidak menggunakan pemicu elektronik ataupun kendali jarak jauh. ledakan terjadi setelah sumbu dibakar secara manual dengan korek api,” kata Apri kepada wartawan.
Ia menjelaskan, ledakan sempat menimbulkan suara dan asap, tetapi daya ledaknya tergolong rendah atau low explosive. Karena itu, insiden tersebut tidak menimbulkan kerusakan besar di lingkungan sekolah.Polisi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian itu. Aktivitas sekolah juga kembali terkendali setelah petugas mengamankan lokasi.
Dari hasil penyelidikan sementara, bom rakitan itu dirakit sendiri oleh pelaku di rumah. Ia mempelajari cara merakit bahan peledak dari informasi di internet dan video yang beredar di media sosial.
Pelaku juga disebut mengumpulkan sendiri seluruh bahan yang dibutuhkan sebelum merangkai beberapa perangkat peledak.
Saat olah tempat kejadian perkara, polisi mengamankan sedikitnya tiga bom rakitan sebagai barang bukti untuk penyelidikan lanjutan.
Kini,siswa tersebut telah diamankan di Polresta Padang untuk diperiksa lebih lanjut. Polisi masih menelusuri seluruh rangkaian kejadian, termasuk motif dan proses pembuatan bahan peledak itu.
Meski proses hukum tetap berjalan, kepolisian menegaskan penanganan terhadap pelaku tidak hanya berhenti pada aspek pidana. aparat mengedepankan pembinaan karena pelaku masih anak-anak dan diduga menjadi korban perundungan.Apri mengatakan pihaknya akan melibatkan keluarga serta tenaga profesional untuk memberikan pendampingan psikologis agar pelaku tidak mengulangi perbuatannya.
Polisi juga mengingatkan pentingnya perhatian bersama dari sekolah, keluarga, dan masyarakat terhadap kasus bullying. Pencegahan perundungan,pendampingan psikologis,serta pengawasan akses informasi berbahaya di internet dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang.











