Tanah Datar – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi penopang utama bagi Amelia Novita Sari Jufri dalam menghadapi beban biaya pengobatan anaknya, Rafasya, yang harus menjalani rawat inap akibat diare dan dehidrasi.
Sebagai peserta segmen Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU PN), Novi merasa terbantu karena seluruh biaya perawatan di RSIA Sayang Ibu Batusangkar dijamin sepenuhnya oleh JKN.
Novi menuturkan bahwa kekhawatiran awalnya mengenai biaya pengobatan seketika reda setelah memastikan kepesertaan JKN miliknya aktif.
Ia menceritakan bahwa sebelum dirawat di rumah sakit, anaknya sempat diperiksakan ke fasilitas kesehatan tingkat pertama, namun kondisi dehidrasi yang dialami Rafasya mengharuskan tindakan medis lebih lanjut.
Menurut Novi, manfaat JKN bukan kali pertama ia rasakan, karena sebelumnya program ini juga menanggung biaya persalinan Rafasya serta perawatan anak keduanya yang sempat terkena tifoid.
Kepatuhan dalam melaporkan data kepesertaan yang lengkap sejak ia mulai bekerja di instansi pemerintah dinilai Novi sebagai kunci kemudahan akses layanan saat situasi darurat.
Selain aspek biaya, Novi juga memberikan apresiasi terhadap kemudahan administrasi yang kini telah berbasis digital.
Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak perlu repot membawa dokumen fisik karena cukup menunjukkan kartu JKN digital dari Aplikasi Mobile JKN atau nomor induk kependudukan (NIK) anak.
Proses tersebut diakui Novi berjalan sangat praktis, cepat, dan petugas medis di rumah sakit memberikan pelayanan yang setara tanpa membeda-bedakan pasien.
Novi berharap BPJS Kesehatan terus mempertahankan komitmen serta inovasi dalam memberikan layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan setara bagi seluruh masyarakat Indonesia.











