Agam – Pemerintah Kabupaten Agam memperpanjang masa tanggap darurat bencana galodo selama 14 hari, mulai Senin, 22 Desember 2025, guna memaksimalkan penanganan pascabencana.
Bupati Agam, Benni Warlis, menyatakan perpanjangan ini bertujuan mempercepat pembersihan material longsor dan banjir, pembangunan jembatan darurat, serta persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi.
"Mengingat masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan di lapangan, maka masa tanggap darurat kita perpanjang selama 14 hari ke depan," ujar Benni Warlis dalam rapat evaluasi di Lubuk Basung, Senin (22/12).
Fokus utama pemerintah daerah dalam dua pekan ke depan adalah membersihkan material longsor dan banjir yang menghambat akses jalan, memperbaiki dan membantu masyarakat membangun jembatan darurat, serta mengupayakan pembangunan Hunian Sementara (Huntara).
Benni Warlis meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melakukan pencatatan dan validasi data secara cermat. Data ini akan menjadi dasar bagi upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, serta akan disampaikan kepada Pemerintah Pusat.
Pemkab Agam juga memulai persiapan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. "Selama 14 hari ini, rehabilitasi dan rekonstruksi juga kita persiapkan. Tidak boleh ada satu pun data pekerjaan yang tertinggal, karena data inilah yang nantinya akan kita sampaikan kepada Pemerintah Pusat," pungkasnya.
Terkait pencarian korban, Bupati Agam menyampaikan bahwa pencarian resmi telah dihentikan atas persetujuan ahli waris.











