Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh kini menjadi daerah dengan cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tertinggi di Sumatera Barat, yakni mencapai 99 persen.
Pencapaian predikat Universal Health Coverage (UHC) ini mendapatkan apresiasi langsung dari Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, dalam kegiatan sosialisasi JKN di aula Balaikota Payakumbuh, Jumat (23/10/2026).
Ade Rezki menilai, tingginya angka kepesertaan tersebut membuktikan komitmen pemerintah dalam memberikan akses layanan kesehatan gratis bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Payakumbuh atas kerja kerasnya sampai mendapat predikat UHC ini, apalagi Kota Payakumbuh merupakan daerah persentase pesertanya terbesar dari kabupaten dan kota yang ada di Sumbar, di angka 99 persen,” ungkap politisi Partai Gerindra tersebut.
Menurutnya, sosialisasi yang digelar bersama BPJS Kesehatan ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya jaminan kesehatan.
Ia menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto dalam memastikan negara hadir menjamin kesehatan rakyat.
Menanggapi hal tersebut, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Payakumbuh, Yasrizal, menyampaikan terima kasih atas inisiatif Ade Rezki dalam memfasilitasi edukasi kesehatan bagi warga.
“Kita mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama yang telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat Kota Payakumbuh terkait program Jaminan Kesehatan bersama mitra kerjanya BPJS Kesehatan,” tutur Yasrizal.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Payakumbuh, Haery Yasdi, menekankan kemudahan akses layanan bagi peserta JKN.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat kini tidak perlu repot membawa kartu fisik saat berobat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun rumah sakit.
“Saat ini masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Rumah Sakit bisa menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau Kartu Tanda Penduduk (KTP),” jelas Haery.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Yanti, Direktur RSUD Adnan WD Efriza Naldi, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.











