Jakarta – Bnetfit, bagian dari JLM Group, menargetkan diri sebagai pendorong utama ekosistem digital Indonesia pada tahun 2026. Perusahaan internet ini akan memfokuskan diri pada pengembangan ekosistem digital yang lebih luas.
Kepala Eksekutif JLM Group, Ade Tjendra, menegaskan bahwa Bnetfit tidak hanya ingin menjadi penyedia internet semata.
"Kami membangun masa depan konektivitas dan ekosistem digital yang mampu menopang transformasi digital pemerintah, industri, hingga generasi masa depan," ujarnya di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Fokus strategis Bnetfit mencakup beberapa area utama:
- Automation and AI: Menghadirkan sistem cerdas dan otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas layanan digital.
- Cloud: Menyediakan layanan cloud yang scalable untuk penyimpanan dan pemrosesan data pelanggan.
- Security: Melindungi infrastruktur jaringan dan layanan Bnetfit dari ancaman siber secara komprehensif.
- Data Center: Menyediakan infrastruktur andal untuk pengolahan dan distribusi data melalui Nexbyte.
- IoT: Menghubungkan perangkat untuk mendukung smart city, smart home, dan ekosistem industri modern.
- Konektivitas Regional: Memperkuat jalur Indonesia–Singapore dan ASEAN sebagai koridor digital masa depan.
Ade menambahkan, transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan.
"Kami ingin memastikan Bnetfit berada di garis terdepan dalam membangun ekosistem teknologi digital yang mampu mendukung otomatisasi industri, misalnya mendukung adopsi AI dan pertumbuhan ekosistem cloud dan data center yang semakin masif," pungkasnya.










