Padang – Sebanyak 32 perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sukses menorehkan prestasi dengan meraih predikat “A” dalam evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2026.
Penghargaan atas capaian tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam rapat evaluasi kinerja yang berlangsung di Aula Kantor Gubernur, Minggu (27/9/2026).
Mahyeldi menegaskan bahwa predikat “A” yang diraih bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan wujud nyata tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan terukur.
Ia mengingatkan para kepala perangkat daerah agar orientasi kerja tetap berfokus pada dampak bagi masyarakat.
“Akuntabilitas bukan hanya soal mengejar predikat. Lebih dari itu, setiap program yang kita susun harus benar-benar terukur dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas,” ujar Mahyeldi.
Lebih lanjut, Gubernur menantang instansi yang telah mempertahankan predikat “A” selama tiga tahun berturut-turut, yakni periode 2024 hingga 2026, untuk terus meningkatkan standar kualitas mereka.
Beberapa instansi yang konsisten mempertahankan prestasi tersebut antara lain Dinas Kehutanan, RSJ Prof. HB. Sa’anin, Bappeda, Inspektorat Daerah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Biro Organisasi, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Badan Kepegawaian Daerah.
Sementara itu, bagi instansi yang baru pertama kali meraih predikat “A” tahun ini, Mahyeldi berharap capaian tersebut menjadi pemacu semangat untuk terus melakukan inovasi.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur juga memberikan apresiasi khusus berupa cenderamata kepada Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Sumbar, Drs. Besri Rahmad, MM.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian Besri Rahmad yang akan memasuki masa purna tugas per 1 Oktober 2026 mendatang.
Pemprov Sumbar kini menargetkan perbaikan berkelanjutan pada seluruh instansi agar pelayanan publik semakin prima dan mampu menjawab tantangan zaman melalui tata kelola yang transparan.











