Lubuk Basung – Da’i Rantau Minang (Daram) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Bantuan berupa sembako dan kebutuhan dasar lainnya diserahkan langsung kepada masyarakat terdampak.

Ketua Umum DPP Daram, Elfa Hendri Mukhlis, menyatakan pihaknya telah terjun langsung ke lapangan. Mereka menyalurkan bantuan ke Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, yang dinilai paling parah terdampak bencana.

Bantuan yang disalurkan meliputi 1.000 Al-Qur’an terjemahan. Selain itu, satu truk pakaian layak pakai, peralatan rumah tangga, serta beberapa ton beras dan sembako juga diserahkan.

Tidak hanya bantuan logistik, Daram juga menawarkan program jangka panjang. Program tersebut berupa pendidikan gratis bagi generasi muda korban banjir bandang.

Anak-anak terdampak bencana akan mendapat kesempatan menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Ibnu Katsir, Tanjung Sari, Kabupaten Bogor.

Program ini bertujuan membina generasi muda berakhlak mulia. Mereka juga diharapkan hafal Al-Qur’an, berwawasan keislaman yang kuat, serta menguasai bahasa Arab dan Inggris.

Prioritas diberikan kepada anak yatim atau piatu dari keluarga kurang mampu. Lulusan SD hingga SLTA, baik yang masih sekolah maupun putus sekolah akibat bencana, juga menjadi perhatian.

Daram berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Agam dalam mendata anak-anak terdampak bencana. Tujuannya, agar mereka yang berminat dapat mengikuti program pendidikan tersebut.

"Kami siap membantu semampu kami," ujar Elfa, Kamis (8/1). Bantuan ini diharapkan dapat membangun jiwa agamis dan motivasi generasi muda.

Bupati Agam, Benni Warlis, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Daram. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat terdampak.

"Apalagi dengan adanya program pendidikan gratis ke Pondok Pesantren Ibnu Katsir di Bogor, ini merupakan peluang besar bagi anak-anak korban bencana untuk tetap melanjutkan pendidikan," kata Benni.

Pemerintah Kabupaten Agam akan berkoordinasi dengan dinas terkait. Tujuannya untuk mendata anak-anak yang berminat melanjutkan pendidikan ke pesantren tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *