Padang – Kasatgaswil Densus 88 Antiteror Sumatera Barat, Kombes Pol Jim Berlian Bernes, mengingatkan Aparatur sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian agama Kota Padang agar mewaspadai penyebaran radikalisme dan ekstremisme digital yang semakin marak menyasar kalangan pelajar.

Peringatan tersebut disampaikan Jim Berlian saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pembinaan Kerukunan Umat Beragama yang berlangsung di Masjid Agung Nurul Iman pada Sabtu (25/7/2026). Ia menegaskan bahwa ancaman ini memiliki spektrum luas, mulai dari potensi gangguan hingga tindakan kriminal yang berujung pada penegakan hukum.

menurut Jim, intoleransi serta paham radikal berbasis ideologi kekerasan merupakan ancaman serius yang harus dicegah sejak dini. Ia juga menyoroti keberadaan True Crime Community (TCC), sebuah komunitas daring yang memuat konten kekerasan dan ekstremisme. Paparan dari komunitas ini berpotensi memicu proses radikalisasi dan tindakan berbahaya di dunia nyata.

“Kita tidak boleh meremehkan fenomena ini. pencegahan dan pengawasan harus dimulai dari lingkungan keluarga dan sekolah agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya tegas.Jim memberikan contoh sejumlah kasus pelajar yang terpapar paham ekstrem melalui grup daring dan internet, termasuk insiden di MAN 3 Padang. Pelaku biasanya belajar cara melakukan tindakan berbahaya dari dunia maya lalu menggunakan platform digital untuk mendukung aksinya. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, serta masyarakat dalam mencegah sekaligus membina kelompok rentan terhadap paham radikal.

Kegiatan pembinaan tersebut melibatkan ribuan ASN Kementerian Agama Kota Padang dengan tujuan memperkuat pemahaman tentang kerukunan umat beragama sekaligus menggalakkan upaya pencegahan radikalisme di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *