Padang – Dosen Universitas Negeri Padang (UNP) mengajak ibu-ibu rumah tangga untuk melek teknologi keuangan digital. Ajakan ini disampaikan dalam Talkshow Sumbar Creative Economy Festival (SCF) 2025.

Erly mulyani, dosen Departemen Akuntansi FEB UNP, menekankan pentingnya pemisahan keuangan usaha dan pribadi bagi pelaku UMKM. Hal ini bertujuan agar pengelolaan keuangan lebih transparan dan terstruktur.

“Dengan keuangan digital, pelaku UMKM bisa lebih jelas dan mudah mengatur pemisahan antara uang usaha dengan uang pribadi,” ujar Erly, kamis (12/9/2025).

Talkshow ini merupakan bagian dari SCF 2025 yang digelar Bank Indonesia perwakilan Sumbar bersama Pemprov Sumbar dan perbankan. Acara berlangsung selama tiga hari di The ZHM Premier Hotel Padang.

Selain Erly, hadir pula Ketua BKOW Sumbar Dianita Maulin Vasko dan deputi Kepala Perwakilan BI Sumbar Dandy Indarto Seno sebagai narasumber.

Erly juga menyarankan ibu-ibu untuk membiasakan menabung dan berinvestasi. Namun, ia mengingatkan agar berhati-hati terhadap investasi bodong.

“Harus pelajari betul, saat ini banyak penipuan-penipuan investasi bodong. Investasilah di lembaga resmi yang dijamin oleh negara,” tegasnya.

dandy Indarto Seno menjelaskan bahwa QRIS dan mobile banking mempermudah transaksi non tunai.

“Penggunaan QRIS jauh lebih memudahkan melakukan pembayaran dan transaksi harian lainnya,” kata Dandy.

Dianita Maulin Vasko juga mengajak masyarakat beralih ke pembayaran non tunai.

“Mari kita alihkan pembayaran tunai menjadi non tunai. Lebih praktis. Dengan satu barcode atau QRIS, bisa melakukan pembayaran ke semua bank atau transaksi di berbagai tenant serta belanja harian,” ajaknya.

Talkshow ini diikuti antusias oleh seratusan peserta dari kalangan pelaku usaha, ibu-ibu rumah tangga, dan mahasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *