Jakarta – Di tengah penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (02/02/2026), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing senilai Rp 654,9 miliar. IHSG merosot 4,88 persen atau 400 poin, menutup perdagangan di level 7.922,7.
Pelaksana Tugas Ketua Dewan Komisioner OJK, Frederica Widyasari Dewi, menyampaikan kabar tersebut di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). "Ini berita bagusnya bahwa ternyata foreign buy hari ini, setelah empat hari kemarin net sale," ungkap Frederica.
Frederica menambahkan, pelemahan indeks saham tidak hanya dialami oleh pasar modal Indonesia. Bursa saham di negara Asia lain seperti Korea Selatan, Hong Kong, India, Singapura, dan Cina juga mengalami penurunan. "Jadi kita melihatnya ini juga untuk perspektif yang lebih luas dan lebih global," jelasnya.
Menurut Frederica, saham yang terkoreksi adalah saham yang sebelumnya berada di level tinggi. Ia menduga investor melakukan rebalancing portofolio, sementara saham dengan fundamental kuat justru naik. OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) berupaya memastikan perdagangan berjalan teratur, wajar, dan efisien.
"Kami mengimbau kepada seluruh investor di tanah air, seluruh investor pasar modal untuk tetap tenang, tidak panik," tegas Frederica. Nilai transaksi penutupan mencapai Rp 28,173 triliun dengan volume 50,392 juta lembar saham dan frekuensi 2.948.983 kali. Tercatat, 58 saham menguat, 720 saham melemah, dan 36 saham stagnan.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menilai tekanan pada IHSG dipengaruhi penantian investor asing terhadap tindak lanjut pertemuan BEI dan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait transparansi. Pasar juga menanti langkah konkret dari figur pengganti sementara pimpinan OJK dan BEI.
Kiwoom Sekuritas optimistis komitmen pemerintah dalam membenahi keterbukaan informasi dapat meredam tekanan pasar.











