Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) akan memberlakukan kebijakan meliburkan sementara operasional angkutan kota (angkot), delman, dan becak di sejumlah titik wisata yang rawan kemacetan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Langkah ini diambil sebagai upaya mengantisipasi kepadatan lalu lintas yang diperkirakan meningkat.

Kebijakan ini akan diterapkan di tujuh destinasi wisata utama di Jawa Barat, yaitu Puncak, Pelabuhan Ratu, Lembang-Ciater, Ciwidey-Pangalengan, Garut, Kuningan, dan Pangandaran.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, menyatakan bahwa pihaknya telah meminta sekitar 4.711 pengemudi angkot, delman, dan becak untuk tidak beroperasi sementara pada tanggal 24-25 Desember dan 30-31 Desember 2025.

"Langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang diprediksi meningkat signifikan selama periode libur Nataru," ujar Dhani, Jumat (26/12/2025).

Dhani merinci bahwa ribuan pengemudi yang terdampak kebijakan ini tersebar di berbagai wilayah, antara lain Bogor (1.825 angkot), Cianjur (1.416 angkot), Kabupaten Bandung (111 delman), Kabupaten Bandung Barat (10 delman), Kabupaten Garut (457 delman), Kabupaten Tasikmalaya (28 delman, 229 becak), Kabupaten Kuningan (100 delman), dan Kabupaten Cirebon (535 becak).

Pemprov Jabar menyiapkan kompensasi bagi para pengemudi yang terdampak penghentian operasional sementara.

"Kompensasi sebesar Rp 200 ribu per hari per orang akan diberikan langsung sebelum tanggal 24 Desember 2025," jelas Dhani.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebelumnya menyatakan keinginannya untuk meliburkan angkot di Kota Bandung pada saat-saat tertentu yang diprediksi mengalami kepadatan luar biasa, yaitu 31 Desember 2025 dan 1 Januari 2026.

Untuk pengemudi angkot di Kota Bandung yang bersedia libur, Pemprov Jabar akan memberikan kompensasi sebesar Rp 500 ribu untuk mengganti uang operasional selama dua hari.

Dishub Jabar memprediksi sebanyak 21,2 juta orang akan melakukan perjalanan selama periode Nataru kali ini, dengan mayoritas (60 persen) untuk kebutuhan pariwisata.

Survei menunjukkan, sebagian besar pelaku perjalanan berasal dari Kabupaten Bogor (3,76 juta), Kabupaten Bandung (2,52 juta), Kota Bandung (1,79 juta), serta Kota Depok dan Kota Bekasi (masing-masing 1,6 juta orang).

Lima daerah tujuan terbanyak selama Nataru 2025/2026 adalah Kabupaten Bandung (3,98 juta), Kabupaten Bogor (3,88 juta), Kota Bandung (3,03 juta), Kabupaten Garut (3,02 juta), dan Kabupaten Tasikmalaya (1,21 juta).

Pangandaran dan Kota Bandung diprediksi menjadi destinasi favorit dengan perkiraan kunjungan masing-masing 2.069.438 orang dan 2.055.710 orang.

"Mobil pribadi masih menjadi pilihan utama untuk mobilisasi (65,2 persen), diikuti sepeda motor (15,2 persen), dan kereta api (13,3 persen)," pungkas Dhani.

Sementara itu, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat peningkatan minat masyarakat terhadap Kereta Cepat Whoosh selama libur Nataru.

Pada 24 Desember 2025, jumlah penumpang mencapai 24.439 orang.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengungkapkan, tren peningkatan volume penumpang Whoosh sudah terlihat sejak akhir pekan lalu, dengan rata-rata di atas 21 ribu per hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *