Tanah Datar – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terbukti menjadi solusi finansial bagi Utami Fitriani dalam menjalani tiga kali persalinan caesar.

Kehadiran program tersebut membuat Utami tidak perlu merasa cemas terkait tingginya biaya medis yang harus dikeluarkan selama proses persalinan dari anak pertama hingga ketiga.

Utami mengungkapkan bahwa kepesertaan JKN yang aktif memberikan ketenangan pikiran bagi dirinya untuk fokus pada kesehatan bayi dan proses pemulihan.

“Saya sudah tiga kali memanfaatkan kepesertaan BPJS Kesehatan untuk bersalin secara caesar, mulai dari anak pertama hingga anak ketiga. Semua biaya pelayanannya dijamin sesuai indikasi medis. Jadi, saya bisa lebih fokus menjalani persalinan dan memikirkan kesehatan bayi,” ujar Utami.

Riwayat medis menjadi alasan utama Utami harus menjalani persalinan melalui operasi caesar.

Pada kelahiran anak pertama, terdapat kondisi lilitan tali pusat di leher bayi yang mengharuskan tindakan bedah, yang kemudian berlanjut pada persalinan kedua dan ketiga karena riwayat operasi sebelumnya.

Saat mengalami kontraksi mendadak sebelum hari perkiraan lahir pada kehamilan ketiga, Utami segera dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSIA Sayang Ibu Batusangkar.

Ia mengaku tidak khawatir akan biaya karena memahami prosedur JKN yang berlaku sesuai indikasi medis.

“Saat tiba-tiba kontraksi sebelum HPL dan harus dibawa ke IGD, kami tidak terlalu khawatir soal biayanya karena status JKN saya aktif. Yang penting, ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, kita mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku,” kata Utami.

Utami juga menekankan pentingnya memahami alur pelayanan JKN, mulai dari pemeriksaan di fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga mendapatkan rujukan ke rumah sakit.

Menurutnya, prosedur tersebut tidak rumit selama pasien mengikuti arahan dokter dan hasil pemeriksaan medis.

“Menurut saya, alur pelayanan JKN tidak ribet kalau kita mengikuti prosedurnya dengan baik. Mulai dari pemeriksaan kehamilan di FKTP, kemudian kalau memang berdasarkan pemeriksaan dokter dan hasil ultrasonografi (USG) ada indikasi medis yang membutuhkan penanganan di rumah sakit, kita akan dirujuk,” tutur Utami.

Di sisi lain, Utami merasa sangat terbantu dengan adanya fitur antrean online pada Aplikasi Mobile JKN.

Fitur tersebut memudahkannya mengambil antrean dari rumah sehingga tidak perlu menunggu lama di fasilitas kesehatan saat kondisi fisiknya sedang terbatas.

“Dalam kondisi hamil, tentu aktivitas saya terbatas. Dengan antrean online di Aplikasi Mobile JKN, saya bisa mengambil antrean dari rumah dan datang ke fasilitas kesehatan sesuai estimasi waktu pelayanan. Praktis dan sangat membantu,” ucap Utami.

Ia pun mengajak masyarakat, khususnya ibu hamil, untuk segera memastikan kepesertaan JKN tetap aktif guna mengantisipasi kebutuhan pelayanan kesehatan di masa depan.

“Puas rasanya memanfaatkan BPJS Kesehatan ini untuk berobat, tidak ada rasa khawatir soal beban biaya dan pikiran. Semoga ke depannya banyak inovasi yang dihadirkan demi kemudahan layanan peserta. Jangan lupa untuk ibu hamil atau masyarakat, segera daftarkan diri menjadi peserta JKN dan pastikan status kepesertaannya aktif selalu ya,” tutup Utami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *