Jakarta – Pemerintah menargetkan perolehan Rp 33 triliun dari lelang Surat Utang Negara (SUN) yang dijadwalkan pada 20 Januari 2026. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menawarkan sembilan seri SUN dalam lelang tersebut.
Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kemenkeu menyatakan bahwa penerbitan SUN ini bertujuan untuk memenuhi sebagian target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
"Lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2026," demikian pernyataan resmi DJPPR, Sabtu (17/1/2026). Tingkat kupon yang ditawarkan mulai dari 5,87 persen. Nominal per unit SUN yang ditawarkan adalah Rp 1 juta.
Lelang SUN kedua di tahun 2026 ini akan dibuka pada pukul 09.00 WIB dan ditutup pada pukul 11.00 WIB. Pemerintah memiliki hak untuk menjual sembilan seri SUN dengan jumlah yang lebih besar atau lebih kecil dari target indikatif Rp 33 triliun. Jumlah maksimal yang dapat dimenangkan mencapai 150 persen dari target indikatif.
Sembilan seri SUN yang akan dilelang meliputi SPN01260221 (New Issuance), SPN12260423 (Reopening), SPN12270107 (Reopening), FR0109 (Reopening), FR0108 (Reopening), FR0106 (Reopening), FR0107 (Reopening), FR0102 (Reopening), dan FR0105 (Reopening).
Sebelumnya, Kemenkeu berhasil mengumpulkan Rp 40 triliun dari lelang SUN pada 6 Januari 2026. Total penawaran yang masuk dari investor mencapai Rp 90,9 triliun.
Lelang SUN ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memenuhi target pembiayaan anggaran tahun ini. Penarikan utang menjadi salah satu sumber pembiayaan anggaran dan juga untuk menutupi defisit APBN 2026 yang ditargetkan sebesar Rp 689,1 triliun.
Berdasarkan Undang-Undang APBN Nomor 17 Tahun 2025, pembiayaan utang tahun ini ditargetkan mencapai Rp 832,2 triliun, meningkat dibandingkan target tahun sebelumnya yang sebesar Rp 775,9 triliun.











