Batulicin – Lotusa Batulicin, hotel yang dikelola Swiss-Belhotel International, kini menawarkan pengalaman menginap unik dengan instalasi seni bunyi Gamelatron Shakya. Perpaduan gamelan tradisional dan teknologi modern menjadi daya tarik utama.
Instalasi Gamelatron Shakya, karya seniman Amerika Serikat, Aaron Taylor Kuffner, menghiasi lobi hotel. Instrumen gamelan seperti gong, kempul, dan bonang dapat "bermain sendiri" melalui sistem terprogram.
Komposisi musik orisinal yang terinspirasi maqamat musik Arab menciptakan suasana meditatif. Alunan nada menyambut tamu yang datang.
General Manager Lotusa Batulicin, Firman Sandangi, menyatakan inisiatif ini adalah fokus hotel pada nilai pengalaman dan relevansi budaya.
Gamelatron Shakya menampilkan visual Buddha bermeditasi di atas lotus, simbol kesadaran spiritual. Delapan gong kecil melambangkan Jalan Mulia Berunsur Delapan.
Instalasi ini berbunyi lima kali sehari, menandai perubahan momen dan mengajak tamu menikmati keheningan.
Dengan Gamelatron Shakya, Lotusa Batulicin memposisikan diri sebagai hotel yang mengintegrasikan seni ke dalam konsep hospitalitas, bukan sekadar tempat transit, tetapi juga ruang budaya.
Perpaduan arsitektur Maroko dan elemen Nusantara mempertegas identitas lokal hotel berstandar internasional ini.











