Jakarta – Pemerintah meluncurkan aplikasi MudikPedia Lebaran 2026 untuk mempermudah akses informasi penting terkait arus mudik dan balik. Aplikasi ini diharapkan membantu masyarakat merencanakan perjalanan dengan lebih baik.
Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyatakan MudikPedia menyediakan akses informasi mudik dari berbagai instansi dalam satu tautan.
Aplikasi ini memuat informasi jalur mudik dari Kementerian Perhubungan dan Bina Marga, program mudik gratis, pantauan CCTV jalan tol dan pelabuhan, pemesanan tiket kereta api dan kapal ferry, lokasi SPKLU kendaraan listrik, prakiraan cuaca BMKG, serta informasi penukaran uang Lebaran dari Bank Indonesia.
Kementerian Perhubungan memprediksi sekitar 143,91 juta orang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026.
Pemerintah menyiapkan berbagai langkah untuk mendukung kelancaran arus mudik, termasuk pemeriksaan kelaikan transportasi, penambahan armada, program mudik gratis, serta rekayasa lalu lintas.
"Dengan MudikPedia, kami berharap masyarakat dapat merencanakan perjalanan mudik dengan lebih baik, sehingga perjalanan aman dan lancar," ujar Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kemkominfo, Fifi Aleyda Yahya, Sabtu (14/3/2026).
Kemkominfo memprediksi trafik jaringan telekomunikasi akan naik hingga 40 persen pada momen Lebaran 2026.
Sekretaris Jenderal Kemkominfo, Ismail, menekankan perlunya antisipasi lonjakan trafik ini agar kualitas layanan telekomunikasi tetap optimal.
"Momen libur Lebaran 2026 yang kurang lebih dua minggu akan memberikan dampak signifikan terhadap lonjakan trafik telekomunikasi," kata Ismail.
Selain durasi libur yang lebih panjang, anjuran Work From Anywhere (WFA) juga diduga berpengaruh pada kenaikan trafik telekomunikasi.
Pemerintah dan operator seluler melakukan pemantauan dan penguatan jaringan telekomunikasi secara masif, termasuk melalui satuan tugas (satgas) di posko khusus pemantauan telekomunikasi yang beroperasi selama 13-29 Maret 2026.











