Busan – Rumah produksi film asal Yogyakarta, Matta Cinema Production, mengumumkan enam proyek film terbarunya di Asian Content and Film Market (ACFM), Busan, Korea selatan. Pengumuman ini berlangsung di sela-sela Busan international Film Festival ke-30.
Proyek-proyek film ini akan diproduksi mulai tahun 2025 hingga 2028. Sebagian telah memperoleh investasi dari Indonesia.
CEO Matta Cinema Production, nugroho Dewanto, menyatakan kehadiran mereka di Busan bertujuan membuka kolaborasi internasional. Fokus utama dari keenam proyek ini adalah penonton Indonesia, dengan 80% konten ditujukan untuk pasar lokal.
“Kami menjajaki kerja sama investasi, distribusi, dan penjualan film dengan sejumlah perusahaan dari berbagai negara,” kata Nugroho Dewanto usai peluncuran proyek film di sesi happy hour ACFM, Busan.
matta Cinema Production juga mengumumkan kerja sama resmi dengan Tempo Media Group. keduanya akan merilis tiga film drama kriminal yang diangkat dari kisah nyata dan diolah dari karya jurnalisme investigasi Majalah Tempo.Proyek pertama adalah “Pintu Kanjuruhan (The Doors of Kanjuruhan)”, yang mengangkat tragedi sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Malang. Film beranggaran Rp10 miliar ini akan disutradarai oleh Razka Robby Ertanto.Selanjutnya, ada “Malam Alia (The Longest night)”, yang diadaptasi dari kasus bullying yang dikaitkan dengan meninggalnya seorang mahasiswi kedokteran di Semarang. Film ini juga beranggaran Rp10 miliar dan akan disutradarai oleh Pritagita Arianegara.
Terakhir, “Kampung Harapan (Village of the Hopefuls)” akan mengangkat polemik judi online yang mengguncang Indonesia. Film beranggaran Rp10 miliar ini akan disutradarai oleh Garin Nugroho.
Matta Cinema akan memproduksi ketiga proyek ini dalam kurun waktu 2026-2028 bersama Pal8 Pictures, anak perusahaan Tempo.”Kami memang berkeinginan mengangkat kisah-kisah menyentuh yang selama ini menarik perhatian publik melalui medium film untuk mendorong perubahan yang nyata di Indonesia dan menjangkau lebih banyak kalangan,” ujar Wahyu Dhyatmika, produser Pal8 Pictures sekaligus Direktur Tempo Media Group.
selain itu, Matta Cinema juga meluncurkan proyek yang sedang dalam tahap pra produksi, yaitu “Rencana Besar Untuk Mati dengan Tenang (My Own Last Supper)”. Film adaptasi novel ini akan disutradarai oleh ismailBASBETH dan memasuki produksi pada november 2025 dengan anggaran Rp8 miliar.
Proyek lain yang sedang dikembangkan adalah “Peristirahatan Terakhir (Last Resort)”, yang ditulis oleh almarhum Gertjan Zuilhof. Film beranggaran Rp20 miliar ini juga akan disutradarai oleh ismailBASBETH.
Matta Cinema juga tengah mengembangkan “Perjalanan Rasa (The Unforgettable Flavors)”, yang terinspirasi dari buku resep masakan tahun 1965 yang diinisiasi oleh Sukarno, berjudul Mustika Rasa. Film ini beranggaran Rp12 miliar dan akan disutradarai oleh Lasja F Susatyo.











