Padang – Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mendorong penguatan kerja sama antarkota untuk menghadapi tekanan fiskal,laju urbanisasi,dan ancaman bencana yang kian kompleks. Seruan itu ia sampaikan dalam Rapat Kerja Komisariat Wilayah I (Raker Komwil I) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Hotel Muraya, Banda Aceh, Aceh, Senin (20/4/2026).

Forum yang dihadiri 21 pemerintah kota anggota Komwil I APEKSI itu juga diikuti Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, unsur pengarah BNPB Dirhamsyah, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta para wali kota dan wakil wali kota se-Korwil I APEKSI.

Mengusung tema “Kota Tangguh, Fiskal Kuat, Kolaborasi Erat”, raker tersebut menghasilkan 24 rancangan rekomendasi strategis. Pokok pembahasannya meliputi penguatan kapasitas fiskal daerah, inovasi pembangunan perkotaan, hingga perluasan kolaborasi dalam penanganan bencana.

Dalam forum itu, peserta juga menetapkan Kota Padang secara aklamasi sebagai tuan rumah seminar penguatan kerja sama penanggulangan bencana lintas pemerintah kota Komwil I APEKSI. Selain itu, Kota Dumai dipilih menjadi tuan rumah Raker Komwil I APEKSI 2027.

maigus menilai pertemuan itu harus menghasilkan langkah konkret, bukan sekadar wacana. Menurut dia, raker ini menunjukkan soliditas antarkota, termasuk dukungan terhadap pengembalian Dana Transfer ke Daerah (TKD) bagi wilayah yang terdampak bencana.

“Raker ini melahirkan aksi nyata, bukan sekadar forum diskusi. Ada semangat solidaritas yang kuat, termasuk dukungan pengembalian Dana Transfer ke Daerah (TKD) bagi wilayah terdampak bencana, serta komitmen memperkuat kerja sama konkret antar pemerintah kota,” ujarnya.

Ia menambahkan, Padang siap menjalankan amanah sebagai tuan rumah seminar kebencanaan. Kegiatan itu, kata dia, akan menjadi ruang untuk memperkuat skema kolaborasi melalui perjanjian kerja sama antarpemerintah kota Komwil I APEKSI.

“semoga nanti terwujud perjanjian kerja sama antar pemerintah kota untuk membantu daerah terdampak bencana, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan kawasan Sumatera menghadapi ancaman bencana yang cukup kompleks,” kata Maigus Nasir.

Di sisi lain, Mendagri Muhammad Tito Karnavian menyoroti delapan klaster program prioritas nasional. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam penataan ruang kota, mitigasi bencana berbasis kawasan, serta pengendalian urbanisasi agar tidak memicu krisis demografi maupun tekanan pembangunan daerah.

“Tata ruang, pengendalian urbanisasi, transisi energi, dan ketahanan fiskal menjadi pijakan strategis bagi pemerintah kota dalam menjawab tantangan masa depan. Saya berharap seluruh daerah menyikapi secara baik, termasuk memperkuat kerja sama dan kolaborasi,” ujarnya.

Ketua Komwil I APEKSI, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyebut Raker Komwil I APEKSI 2026 sebagai momentum penting untuk menyelaraskan agenda pembangunan kota-kota di Sumatera dengan prioritas nasional.Ia menegaskan,berbagai rekomendasi yang dihasilkan,termasuk agenda seminar di Tebing Tinggi,Batam,dan Padang,akan menjadi pijakan menuju Rakernas APEKSI XVIII di Kota Medan pada 28 Juni-4 Juli 2026.

“APEKSI adalah rumah besar yang menghadirkan solusi konkret bagi kota-kota anggota. Kami mengapresiasi 21 delegasi kota yang hadir dan berkontribusi dalam forum ini,” ujar Wali Kota Medan tersebut.

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal juga mengapresiasi kehadiran para delegasi dalam rangkaian agenda strategis Raker Komwil I APEKSI 2026 pada 19-22 April 2026 di banda Aceh. Ia menilai forum itu tidak hanya memperkuat kolaborasi antarkota,tetapi juga memberi dampak bagi perputaran ekonomi daerah tuan rumah.

“Kami bangga menjadi tuan rumah forum strategis ini. Di samping memperkuat kolaborasi antar kota, juga turut membantu perputaran ekonomi bagi Banda aceh,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *