Jakarta – Pengurus PWI Pusat, Dr. Eddy Iriawan, meluncurkan buku berjudul Model Manajemen Komunikasi dalam Merekonstruksi Citra Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai upaya memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Buku tersebut menawarkan pendekatan strategis bagi kepolisian dalam merespons dinamika komunikasi masyarakat yang kini bergerak sangat cepat melalui media sosial.
Dr. Eddy Iriawan menjelaskan bahwa karya ini merupakan pengembangan dari hasil disertasinya pada Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sumatera Utara.
Ia berharap gagasan dalam buku tersebut dapat menjadi bahan pemikiran bagi Polri dalam mengelola komunikasi di tengah arus informasi yang terbuka.
“Buku ini merupakan hasil disertasi saya. Dari penelitian ini saya mencoba melihat bagaimana institusi kepolisian menghadapi perubahan pola komunikasi masyarakat di tengah banjir informasi, terutama melalui media sosial,” kata Eddy.
Salah satu fokus utama buku ini adalah mereduksi diksi ‘no viral, no justice’ melalui pendekatan komunikasi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Eddy memperkenalkan model PRISM yang mencakup Participation, Responsiveness, Integrity, Synergy, dan Monitoring.
Menurut Eddy, model ini penting karena 66,2 persen citra negatif Polri berakar dari pengalaman buruk masyarakat saat berurusan dengan polisi, terutama terkait lambatnya respons pengaduan.
Buku ini memberikan langkah konkret seperti pemantauan isu di media, analisis konteks sosial, hingga penyusunan respons berbasis data.
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyatakan bahwa penerbitan buku ini merupakan kontribusi pemikiran PWI Pusat untuk institusi kepolisian.
“Ide buku ini berangkat dari PWI Pusat sebagai sumbangan pemikiran kepada Polri. Kemudian ditulis dan dikembangkan oleh Dr. Eddy Iriawan,” ujar Akhmad Munir.
Ia menambahkan, kepercayaan publik tidak bisa dibangun lewat komunikasi satu arah, melainkan melalui keterbukaan dan integritas dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
PWI Pusat berencana menggelar bedah buku tersebut dalam waktu dekat dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pihak kepolisian, akademisi, dan media.











