Lubuk Sikaping – Kejuaraan Daerah (Kejurda) FORKI Sumatera Barat 2026 resmi dibuka di Gedung Olahraga (GOR) Tuanku Rao, Lubuk Sikaping, Sabtu (27/6/2026). Ajang perebutan Piala Ketua FORKI Sumbar yang berlangsung pada 26-28 Juni 2026 itu diikuti 791 karateka dari 17 kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.
Pembukaan Kejurda ini menyoroti bukan hanya persaingan menuju gelar juara, tetapi juga pembinaan karakter generasi muda. Wakil Bupati Pasaman Parulian menegaskan, kejuaraan karate tersebut menjadi wadah untuk menanamkan mental juang, disiplin, dan sportivitas.
“Kejuaraan ini adalah ruang bagi anak-anak kita untuk berani bermimpi, berdiri tegak, dan membuktikan kemampuan terbaiknya,” ujarnya.
Parulian berharap Kejurda FORKI Sumbar dapat memperkuat pembinaan karate di Sumatera Barat, terutama di Kabupaten Pasaman, sekaligus melahirkan atlet yang mampu bersaing hingga tingkat nasional dan internasional.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengendalian diri dalam bela diri. Menurut dia, kekuatan sejati tidak hanya terlihat dari pukulan dan tendangan, melainkan dari kemampuan mengendalikan diri.
“Kekuatan sejati bukan berasal dari pukulan atau tendangan, tetapi dari kemampuan mengendalikan diri. Keberhasilan hidup bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, melainkan juga kecerdasan emosional. Itulah yang akan menentukan masa depan anak-anak kita,” tegasnya.
Selain memberi motivasi kepada atlet, Parulian juga mengapresiasi penyelenggaraan Kejurda yang dinilainya semakin profesional. Dia meminta juri dan wasit menjalankan tugas secara objektif, adil, dan menjunjung sportivitas.
“Semoga seluruh juri dan wasit dapat bekerja secara profesional dan adil. Dari kejuaraan daerah inilah kita menunjukkan bahwa Sumatera Barat mampu menyelenggarakan event olahraga berkualitas sebelum melangkah ke tingkat nasional,” katanya.
Ia menambahkan,para atlet tidak perlu hanya mengejar prestasi semata,tetapi juga menikmati proses perjuangan yang dijalani.
“Saya tidak pernah meminta anak-anak untuk selalu sukses. Yang saya inginkan adalah mereka bahagia. Karena sukses tanpa kebahagiaan akan terasa kosong,” tutupnya.
Kejurda FORKI Sumbar 2026 diharapkan menjadi momentum penting bagi pembinaan atlet karate di Sumatera Barat,khususnya di Kabupaten Pasaman. Ajang ini juga diharapkan memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan olahraga dan prestasi generasi muda.
Rangkaian pembukaan dimulai dengan laporan Ketua Panitia yang juga Ketua FORKI Kabupaten Pasaman, Tirto Edi. Acara kemudian dilanjutkan sambutan ketua KONI Sumatera Barat dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Kejurda tersebut. Menurut dia,kegiatan itu menjadi bagian penting dari pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Ia menilai FORKI sumatera Barat telah menunjukkan komitmen yang baik dalam melahirkan atlet muda berprestasi melalui pembinaan yang konsisten. Dia juga mengingatkan para atlet untuk menjaga sportivitas selama bertanding.
Selain itu, ia meminta juri dan wasit bekerja secara profesional, objektif, dan adil agar seluruh pertandingan berlangsung dengan nilai-nilai fair play.
Ketua FORKI Sumatera Barat, Khairuddin Simanjuntak, kemudian secara resmi membuka acara setelah Wakil Bupati Pasaman H.Parulian menyambut seluruh kontingen,atlet,ofisial,pengurus FORKI Sumatera Barat,pengurus FORKI kabupaten dan kota,serta tamu undangan.
Pembukaan itu turut dihadiri Ketua FORKI Sumatera Barat, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat, Ketua KONI Sumatera Barat, unsur pimpinan DPRD Sumatera Barat yang diwakili Wakil Ketua DPRD, Forkopimda Pasaman, Ketua KONI Kabupaten Pasaman, para juri dan wasit, serta ribuan atlet dan ofisial dari 17 kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.
Kejurda FORKI Sumbar 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga mempererat persaudaraan antarkarateka dan memperkuat pembinaan olahraga prestasi di Ranah Minang.











