Pesisir Selatan – Sebanyak 11 kepala keluarga yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Batang Tapan, Nagari Talang Balarik, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, sepakat untuk direlokasi.
Kesepakatan ini tercapai setelah tim terpadu pemerintah daerah melakukan pendekatan persuasif kepada warga yang tinggal di zona rawan abrasi tersebut.
Langkah ini diambil menyusul insiden banjir yang sempat menerjang kawasan itu hingga mengakibatkan sejumlah rumah rusak dan hanyut terbawa arus.
Selain ancaman keselamatan warga, kondisi infrastruktur di wilayah tersebut juga terdampak, termasuk terbamnya jalan nasional penghubung Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan menuju Sungai Penuh, Kerinci.
Proses komunikasi dengan warga melibatkan Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim, Ketua DPRD Pessel Darmansyah, Dandim 0311/Pessel Letkol Inf.Yudi Eka Pratama, M.Hum, Kapolsek BAB Tapan Iptu Usman Kamal, SH.,MH, serta Camat Ranah Ampek Hulu Tapan Agnes Dheno Arnas, S.STP., M.M.
Camat Ranah Ampek Hulu Tapan, Agnes Dheno Arnas, S.STP., M.M, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah meminta warga segera menyiapkan lahan untuk proses pemindahan.
“Kami telah himbau pada 11 KK yang rumahnya cukup dekat di bibir sungai Batang Tapan agar menyiapkan tanah untuk lokasi relokasi. Dan Alhamdullilah 11 kepala keluarga tersebut bersedia untuk direlokasi,” ujar Camat.
Selanjutnya, pihak kecamatan akan melakukan pendataan secara detail sebagai dasar pengajuan anggaran pembangunan rumah relokasi kepada Pemda Pessel melalui BPBD.











