Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera barat kembali menegaskan dukungannya terhadap program Sekolah Rakyat sebagai upaya strategis memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di daerah.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menyampaikan hal tersebut setelah meninjau hari pertama kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Dharmasraya. Ia menekankan bahwa pendidikan menjadi kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan antar generasi.

Menurut Vasko, “Anak-anak dari keluarga prasejahtera bukan karena tidak pintar, melainkan belum mendapatkan kesempatan yang sama. Kemiskinan tidak boleh menjadi penghalang bagi mereka untuk meraih cita-cita.” Pernyataan ini disampaikannya pada Sabtu (1/8/2026).

Beroperasinya SRT Dharmasraya sebagai Sekolah Rakyat permanen pertama di Sumbar dianggapnya sebagai momentum penting untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat yang selama ini terkendala masalah ekonomi. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendorong agar sekolah serupa dapat hadir di kabupaten dan kota lain.

Keberhasilan program ini menurut Vasko tak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat dalam mengawal Program strategis Nasional tersebut. Pada November 2025 lalu, ia bersama sejumlah bupati melakukan pertemuan dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum guna mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah Sumbar.

Dalam pertemuan itu, Vasko menegaskan bahwa kesiapan pemerintah daerah sangat menentukan keberhasilan program nasional ini. “Daerah harus aktif dan komunikatif serta segera menyediakan dukungan termasuk lahan agar manfaat program cepat dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Sekolah Rakyat merupakan program nasional yang menyediakan pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak kurang mampu dengan fasilitas lengkap seperti makanan bergizi, internet, komputer, pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS), serta penguatan literasi digital.

Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Wildan Humaidi menjelaskan bahwa seluruh kebutuhan dasar peserta didik dipenuhi oleh pemerintah agar mereka dapat fokus belajar dan mengembangkan potensi diri secara optimal.

Pada tahun ajaran 2026/2027 ini, SRT Dharmasraya memiliki kapasitas hingga 1.000 siswa namun baru menerima 390 peserta didik dari berbagai daerah di Sumbar; terdiri atas 268 siswa asal Kabupaten Dharmasraya, 60 siswa Kabupaten Solok, 60 siswa Kota Padang serta masing-masing satu siswa dari Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Bukittinggi.

Pemerintah pusat menetapkan target pembangunan seratus Sekolah Rakyat permanen setiap tahun hingga mencapai lima ratus sekolah pada tahun 2029. Pemerintah Provinsi Sumbar menyatakan siap bersinergi demi mewujudkan kesempatan lebih luas bagi anak-anak di provinsi itu menikmati pendidikan berkualitas tanpa hambatan ekonomi keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *