Batusangkar – Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Barat menyalurkan 500 paket perlengkapan sekolah bagi siswa sekolah dasar di Kabupaten Tanah Datar yang terdampak bencana.Bantuan itu diserahkan di SD Negeri 07 Guguak malalo, kecamatan Batipuh Selatan, Kamis (4/6/2026).

Bantuan ini berasal dari Hong Kong Red Cross dan ditujukan untuk anak-anak di tiga kecamatan terdampak, yakni Batipuh Selatan, Batipuh, dan X Koto.

Ketua PMI Sumatera Barat, H. Aristo Munandar, mengatakan paket school kits yang diterima Tanah Datar merupakan bagian dari total 1.500 paket bantuan untuk Sumatera Barat.

“Tanah Datar mendapat tiga kecamatan sasaran,yaitu Batipuh Selatan,Batipuh,dan X Koto,” ujar Aristo saat penyerahan bantuan.

Ia menjelaskan, 1.500 paket tersebut dibagi untuk tiga daerah terdampak, yakni Agam, Tanah Datar, dan Pesisir Selatan. penyaluran dilakukan berdasarkan usulan PMI kabupaten masing-masing dengan sistem by name by school agar bantuan tepat sasaran.

“Semua paket ini langsung dikirimkan oleh donatur ke PMI Sumbar dan tiap paket lebih kurang bernilai Rp500 ribu,” katanya.

Aristo menambahkan, bantuan itu menjadi wujud kepedulian Hong Kong red Cross terhadap pemulihan pendidikan pascabencana di Sumatera Barat. Ia berharap bantuan tersebut dapat menjaga semangat anak-anak untuk tetap belajar.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Logistik PMI Sumbar, Hidayatul Irwan, menyebut seluruh 1.500 paket bantuan sudah selesai didistribusikan ke tiga daerah penerima hingga 4 Juni 2026.

“Per hari ini seluruh bantuan sudah tersalurkan ke Agam, tanah Datar, dan Pesisir Selatan sesuai data penerima yang telah diajukan,” ujarnya.

Ketua PMI Tanah Datar, Lise Eka Putra, menyampaikan apresiasi kepada PMI Sumatera Barat dan Hong Kong Red Cross atas perhatian yang diberikan kepada warga terdampak bencana.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PMI Sumbar, khususnya kepada Hong Kong Red Cross atas kepeduliannya kepada warga Tanah Datar yang terdampak bencana, terutama di Batipuh, X Koto, dan Batipuh Selatan,” kata Lise.

Ia menjelaskan,pemerintah daerah bersama berbagai pihak masih berupaya menyiapkan hunian tetap bagi para penyintas. Untuk wilayah Malalo, pembangunan hunian tetap menghadapi kendala karena sebagian besar kawasan berada di zona rawan bencana.

“Untuk Malalo, hunian tetap terpaksa dibangun di daerah lain karena hampir 90 persen wilayahnya berada di zona merah,” ujarnya.

Lise juga menyebut kebutuhan hunian tetap masih besar karena bantuan yang tersedia belum mampu menampung seluruh penyintas.

“Kami masih memerlukan bantuan untuk pembangunan hunian tetap karena bantuan huntap dari BNPB masih terbatas,” katanya.

Penyerahan bantuan itu turut dihadiri Ketua PMI Tanah Datar lise Eka Putra, Camat Batipuh Selatan Edward, Wali Nagari Malalo, serta para kepala sekolah dasar dari tiga kecamatan penerima bantuan.

Bantuan school kits ini diharapkan dapat membantu anak-anak terdampak bencana kembali belajar dengan lebih baik dan memberi dorongan moral untuk melanjutkan pendidikan di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *