Padang – Indonesia bersiap menghadapi cuaca ekstrem sepekan mendatang akibat dinamika atmosfer kompleks. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat.
Kombinasi fenomena La Niña lemah, yang meningkatkan pasokan uap air, dan aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) menjadi pemicu utama. MJO melintasi sejumlah wilayah.
"Aktivitas MJO serta gelombang ekuator meningkatkan proses konveksi dan peluang hujan di wilayah terdampak," demikian pernyataan resmi BMKG, Rabu (7/1/2025).
BMKG juga memantau Siklon Tropis Jenna kategori satu di Samudra Hindia barat daya Lampung. Siklon bergerak ke selatan dan berpotensi meningkat menjadi kategori dua.
Kondisi ini dapat memicu gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan lebat di Sumatra bagian selatan dan Jawa bagian barat. Hujan ringan hingga lebat diprediksi mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia pada 9-12 Januari 2026.
Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Peringatan dini hujan lebat hingga sangat lebat berstatus siaga berpotensi terjadi di Sumatera Barat, Bangka Belitung, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan.
Potensi angin kencang juga diwaspadai di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat Daya. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
"Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan serta menyesuaikan aktivitas luar ruang dan perjalanan dengan kondisi cuaca terkini," imbau BMKG.










