Padang – MAN 2 Padang menjalani proses evaluasi mendalam terkait penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) oleh tim Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama RI pada Kamis (15/10/2026).

Kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) ini dipimpin oleh Koordinator Pengawas Madrasah Sumatera Barat, Rasman, yang melakukan wawancara langsung dengan jajaran pimpinan, pengawas, guru, hingga perwakilan siswa.

Kepala MAN 2 Padang, Ahmad Asdi, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengintegrasikan nilai-nilai KBC ke dalam berbagai program harian dan pembiasaan lingkungan sekolah.

Ia mencontohkan, salah satu wujud nyata implementasi tersebut adalah tingginya kepedulian warga madrasah terhadap kebersihan lingkungan yang dibuktikan melalui perolehan penghargaan sekolah sehat.

Selain itu, budaya senyum, sapa, dan salam juga telah menjadi rutinitas untuk membentuk karakter serta menjaga interaksi positif di lingkungan madrasah.

Ahmad Asdi mengakui bahwa meskipun nilai-nilai Panca Cinta telah berjalan, masih terdapat sejumlah aspek yang memerlukan perbaikan melalui inovasi berkelanjutan.

“Secara umum, nilai-nilai Panca Cinta telah diterapkan di MAN 2, namun masih ada sejumlah kekurangan yang perlu diperbaiki,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan kurikulum ini sangat bergantung pada perubahan pola pikir seluruh elemen, mulai dari siswa, guru, hingga pegawai.

Menurutnya, perubahan mindset tersebut menjadi kunci utama agar implementasi KBC dapat berjalan secara efektif dan menyeluruh.

Ahmad Asdi juga menegaskan bahwa tanggung jawab pengembangan KBC tidak hanya dibebankan kepada MAN 2 Padang sebagai madrasah piloting, melainkan menjadi komitmen bersama bagi seluruh madrasah di Sumatera Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *