Padang – DPRD Sumatera Barat (Sumbar) mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar dan Bank Nagari untuk segera memanfaatkan peluang dari rencana Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menempatkan dana pemerintah di bank lokal.
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria, menilai rencana Kemenkeu ini sebagai kesempatan emas yang harus dimaksimalkan, terutama oleh Bank Nagari.
“kami mendorong Bank Nagari segera mengambil peran untuk menyimpan dana pemerintah ini karena akan berdampak pada pembiayaan atau penambahan modal kredit yang bisa dialokasikan untuk masyarakat,” kata Nanda, Kamis (10/10/2025).Nanda menambahkan, Bank Nagari setiap tahun masih membutuhkan dukungan untuk pengembangan. Peluang ini dinilai dapat membantu hal tersebut.
Ia menekankan agar Bank Nagari mengukur terlebih dahulu berapa banyak dana yang bisa dikelola, serta meningkatkan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki.
“Jangan sampai nanti dana dari pusat ada Rp4 miliar, sedangkan kemampuan dari Bank Nagari hanya bisa Rp2 miliar.artinya peluang ini tidak bisa dimanfaatkan dengan optimal,” ujarnya.
DPRD juga mendorong Bank Nagari untuk memperluas sasaran konsumen, terutama di provinsi dengan jumlah perantau yang besar namun belum memiliki kantor cabang.
“Salah satunya di Kepulauan Riau, di sana belum ada Bank Nagari padahal di sana banyak perantau. Kami rasa banyak potensi daerah-daerah lain yang potensi perantaunya banyak,” kata Nanda.
Sebelumnya, pemerintah berencana mengalirkan penyimpanan dana pemerintah ke bank daerah agar lebih cepat tersalurkan ke koperasi dan UMKM.Penempatan dana ini menyesuaikan dengan kesanggupan bank pemerintah daerah.











